Prabowo Melayat ke Kediaman Almarhum Ustaz Arifin Di Sentul, Malam Ini

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto akan menyambangi rumah keluarga almarhum Ustaz Arifin Ilham di Kawasan Sentul, Jakarta pada Jumat (24//2019) malam. Prabowo akan melayat dan bersilaturahmi dengan keluarga Ustaz Arifin Ilham yang sedang berkambung.

Sekitar pukul 21.23 WIB, Prabowo berangkat dari kediamannya di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tampak sejumlah iring-iringan kendaraan ikut bersama Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Dengan mengenakan baju koko berwarna putih, Prabowo ditemani ajudannya Rizki Irmansyah. Saat awak media menyapa, Prabowo hanya melambaikan tangan.

“Iya pak Prabowo mau ke tempat Ustaz Arifin Ilham,” ujarnya.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade (channelrakyat.com)
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade

Sementara itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan, Prabowo akan bersilaturahmi ke kediaman keluarga Ustaz Arifin Ilham.

“Iya bukan ke makamnya ya, tapi ke kediaman keluarganya,” ujar Andre saat dihubungi.

Menurut pantauan, satu jam sebelum Prabowo meninggalkan kediamannya tampak Mantan Wamenhan, Letjen Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin meninggalkan Kertanegara. Namun, Sjafrie enggan berkomentar sedikitpun.

Diketahui, Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia pada Rabu (22/5/2019) malam di Rumah Sakit Penang, sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Ustaz Arifin dirawat di rumah sakit tersebut karena menderita kanker getah bening dan kanker nasofaring.

Jenazah almarhum tiba di Ponpes Az-Zikra Gunung Sindur, Kamis (23/5/2019) sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian jenazah sempat dishalatkan di Masjid Az-Zikra, Sentul, sebelum dibawa menuju Gunung Sindur untuk dimakamkan.

Adapun, anggota keluarga Ustaz Arifin, termasuk kedua putra almarhum, Muhammad Alvin Faiz dan Muhammad Amer Az-Zikra telah hadir. Selain itu, ketiga istri almarhum yaitu Rania Bawazier, Wahyuniati Al-Waly, dan Fema, juga tampak hadir menemani hingga di peristirahatan terakhir almarhum.

 

via Prabowo Melayat ke Kediaman Almarhum Ustaz Arifin Di Sentul, Malam Ini

credit by #913

Sandi: Hashim Pimpin Tim Hukum BPN Ajukan Gugatan Pilpres Ke MK

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan mengajukan gugatan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (24/5). Rencananya, gugatan akan disampaikan pada pukul 14.00 WIB.

Dikatakan Sandiaga, sebelum menuju ke MK, pihaknya akan menjelaskan terlebih dahulu susunan tim hukum yang akan mengurus gugatan tersebut.

“Besok pukul 14.00 WIB akan disampaikan. Iya pukul 14.00 WIB besok. Nanti, setelah rampung penyusunan timnya akan diumumkan besok,” ujar Sandiaga usai  bertemu Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (23/5).

Sandiaga menuturkan, dalam pertemuannya bersama Prabowo, mereka menyepakati menunjuk Direktur Tim Media dan Komunikasi, Hashim Djojohadikusumo memimpin tim hukum. Hal tersebut sebagai bukti BPN menempuh jalur konstitusi.

Sandi: Hashim Pimpin Tim Hukum BPN Ajukan Gugatan Pilpres Ke MK (channelrakyat.com)
Sandi: Hashim Pimpin Tim Hukum BPN Ajukan Gugatan Pilpres Ke MK

“Baru saja Pak Prabowo dan saya menunjuk penanggung jawab untuk gugatan ke MK ini akan dikomandoi Pak Hashim Djodjohadikusumo. Dan besok rencananya, sebelum batas waktu akan dimasukkan sesuai dengan tata cara yang sudah tadi disampaikan oleh para ahli hukum,” tuturnya.

“Ini adalah bentuk langkah-langkah Prabowo-Sandi untuk tetap berada di jalur konstitusional,” lanjutnya.

Saat pertemuan dengan Prabowo, tampak pengacara Otto Hasibuan mendatangi kediaman mantan Danjen Kopassus itu. Tetapi, Sandiaga mengatakan belum bisa memastikan apakah peran Otto dalam tim hukumnya.

“Belum diputuskan, baru nanti dalam kesempatan besok jam 14.00 WIB akan diputuskan peran Bang Otto seperti apa. Tadi Bang Otto menyampaikan ke saya dan Pak Prabowo langsung,” pungkasnya.

Sementara itu, MK membuka pendaftaran gugatan hasil Pilpres dan Pileg 2019 sejak Rabu (22/5) hingga Jumat (24/5). Adapun, dalam mengajukan gugatan, pemohon baik timses paslon, parpol, dan caleg DPD, harus menyertakan bukti yang kuat.

via Sandi: Hashim Pimpin Tim Hukum BPN Ajukan Gugatan Pilpres Ke MK

credit by #913

Anies Baswedan: Korban Tewas Kerusuhan 6 Orang, Luka 200 Orang

Terhitung sudah enam orang korban jiwa dari kalangan sipil, setelah bentrokan antara polisi dengan massa Gerakan Kedaulatan Rakyat (GNKR) terjadi sejak Selasa, 21 Mei 2019 malam. Hal tersebut berdasarkan data yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Rabu, 22 Mei 2019 hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak enam orang tewas akibat bentrokan ini.

Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan saat meninjau langsung korban kericuhan di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Menurut Anies, di RS Tarakan terdapat korban tewas yang dibawa sejak tadi pagi.

“Korban sejauh ini ada 6 korban meninggal, ini data per jam 9,” ujar Anies di Tarakan.

Adapun, keenam korban meninggal tersebut terdapat di RS Pelni dua orang, di RSAL Mintoharjo satu orang, di RSCM satu orang, di RS Budi Kemuliaan satu orang, di RS Tarakan satu orang. Sementara korban luka sebanyak 200 orang.

Anies: Korban Tewas Kerusuhan 6 Orang, Luka 200 Orang (channelrakyat.com)
Anies: Korban Tewas Kerusuhan 6 Orang, Luka 200 Orang

Namun, Anies belum menginformasikan secara detail apa penyebab kematian warga tersebut. Menurut informasi, ada satu orang meninggal karena terkena peluru tajam. Korban Farhan Safero, terkena peluru tajam di dada dan tembus hingga ke belakang.

“Untuk korban luka 200 orang. Kondisinya nanti tim medis yang menjelaskan,” tuturnya.

Anies mengatakan, kondisi Jakarta yang terjadi kericuhan hanya di beberapa titik. Untuk wilayah lainnya dalam keadaan kondusif warga diminta untuk tetap beraktifitas seperti biasa.

via Anies Baswedan: Korban Tewas Kerusuhan 6 Orang, Luka 200 Orang

credit by #913

Benarkah Ada Kekuatan Besar Yang Bikin KPU Tergopoh-Gopoh?

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah merampungkan hasil rekapitulasi suara pada Senin, (20/5/2019) dan sekaligus mengumumkan hasil pemilu 2019. Pengumuman hasil Pemilu serentak 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ditengarai untuk menjadikan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) sebagai “pepesan kosong” atau gerakan yang tidak membuahkan hasil.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengatakan yang dilakukan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman dan jajarannya itu sangatlah tidak layak dan pantas.

“(Karena) KPU langgar yang sudah diumumkan. Jauh hari bilang 22 Mei seperti halnya pilpres terdahulu selalu di akhir masa tenggat,” ujarnya, Selasa (21/5).

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto (channelrakyat.com)
Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto

Menurut Andrianto, kondisi itu ada lantaran independensi dan kredibilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) diragukan.

“Saya duga ada kekuatan besar yang buat KPU tergopoh-gopoh. KPU jelas tidak kridibel,” tegasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah melakukan pengumuman hasil pemilu pada dini hari tadi. Hal tersebut diduga karena berkaitan rencana aksi besar-besaran yang akan dipusatkan di kantor KPU pada 21 dan 22 Mei.

Mengenai hal tersebut, Andrianto yang juga aktivis mahasiswa tahun 1998 ini menekankan, aksi akan tetap dipusatkan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Tetap pusat aksi sampai penetapan 25 Mei di Gedung Bawaslu,” pungkas inisiator Komando Barisan Rakyat Lawan Pemilu Curang (Kobarkan Perang) ini.

via Benarkah Ada Kekuatan Besar Yang Bikin KPU Tergopoh-Gopoh?

credit by #913

Tumbangkan Jokowi, Prabowo Unggul 61,26 Persen Di Riau

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno unggul di seluruh daerah di Riau. Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 KPU Provinsi Riau, di Kota Pekanbaru, Ahad (19/5), pasangan Prabowo-Sandi meraih perolehan suara 61,26 persen, dan mengungguli Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang mendapat 38,49 persen suara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan jumlah suara sah dalam pemilihan presiden dan wakil presiden di Riau sebanyak 3.224.000 dan sebanyak 47.530 suara yang dinyatakan tidak sah. Dari jumlah suara sah, pasangan 02 mengantongi 1.975.287 suara sedangkan pasangan 01 memperoleh 1.248.713 suara.

Prabowo unggul di seluruh kabupaten/kota di Riau. Kemenangan ini lebih tinggi dibandingkan perolehan Prabowo pada Pilpres 2014 lalu saat berpasangan dengan Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden.

Adapun, total jumlah pemilih di Riau sebanyak 4.186.053 orang, sedangkan jumlah pengguna hak pilih pada Pemilu serentak 2019 sebanyak 3.271.530 orang. Dengan begitu tingkat partisipasi pemilih untuk Pilpres 2019 di Riau mencapai 78,15 persen.

Tumbangkan Jokowi, Prabowo Unggul 61,26 Persen Di Riau (channelrakyat.com)
Tumbangkan Jokowi, Prabowo Unggul 61,26 Persen Di Riau

Sementara itu, KPU Provinsi Riau sempat terpaksa dua kali menunda pleno rekapitulasi suara Pemilu serentak 2019, karena lamanya pleno di tingkat Kabupaten Bengkalis. Jadwal Pleno rekapitulasi tingkat provinsi sejatinya berlangsung pada 9-11 Mei 2019. Tetapi, pleno tingkat Kabupaten Bengkalis baru selesai pada Minggu dini hari.

Berikut ini data perolehan suara Pilpres di seluruh kabupaten/kota Riau:

1. Kepulauan Meranti

01: 49.625

02: 54.227

2. Kampar

01: 123.274

02: 284.082

3. Indragiri Hulu

01: 100.569

02: 134.386

4. Bengkalis

01: 137.260

02:179.654

5. Indragiri Hilir

01: 134.433

02: 202.862

6. Pelalawan

01: 83.716

02: 97.660

7. Rokan Hulu

01: 112.839

02: 160.064

8. Rokan Hilir

01: 148.215

02: 165.639

9. Siak

01: 104.975

02: 125.489

10. Kuantan Singingi

01: 61.226

02: 126.434

11. Kota Pekanbaru

01: 126.247

02: 352.417

12. Kota Dumai

01: 66.334

02: 92.373

Demikianlah data perolehan suara Pilpres di seluruh kabupaten/kota Riau. Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 KPU Provinsi Riau, menyatakan pasangan Prabowo-Sandi unggul atas pasangan Petahana di Kota Pekanbaru.

via Tumbangkan Jokowi, Prabowo Unggul 61,26 Persen Di Riau

credit by #913

Dari Jawa Timur, Ribuan Massa Pendukung Prabowo Hadiri Aksi Damai 22 Mei

Kubu calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno akan menggelar aksi damai pada 22 Mei mendatang. Massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) pendukung capres 02, Prabowo-Sandi Jawa Timur direncanakan akan bergabung dalam aksi 22 Mei di Jakarta.

Perwakilan FUI Jawa Timur (Jatim), KH Solachul Aam Wahib Wahab alias Gus Aam mengatakan ada 10 ribu orang yang akan turut bergabung ke Jakarta.

“Sekitar 10 ribu orang pendukung Prabowo-Sandi dari Jatim yang masuk ke data saya. Tapi bukan saya saja. Kan ada banyak,” ujar Gus Aam, Jumat (17/5).

Gus Aam menjelaskan, mereka akan berangkat dari Jatim menuju Jakarta mulai Sabtu (18/5). Massa, ujar Gus Aam, akan datang menggunakan berbagai kendaraan seperti bus dan kereta.

Perwakilan FUI Jawa Timur (Jatim), KH Solachul Aam Wahib Wahab alias Gus Aam (channelrakyat.com)
Perwakilan FUI Jawa Timur (Jatim), KH Solachul Aam Wahib Wahab alias Gus Aam

“Sebenarnya kami tidak instruksikan, tapi memang hampir semua relawan terpanggil. Ada yang jalan dua bus. Ada yang pakai kereta api,” kata Gus Aam. “Ada juga yang pakai pesawat. Kita hanya imbau saja bersama mengawal suara pak Prabowo”, lanjutnya.

Menurut Gus Aam, kedatangan massa relawan tersebut merupakan inisiatif pribadi, bukan paksaan atau instruksi dari Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jatim.

“Relawan sendiri, mereka urunan sendiri, berangkat cari makan sendiri. Kan juga banyak punya teman di sana di Jakarta. Jadi insyaallah tidak terlantar. Karena hampir semua masjid menyiapkan (makan dan tempat tidur). Disiapkan kok,” tuturnya.

Gus Aam juga menegaskan, tergabungnya pendukung Prabowo-Sandi Jatim ke Jakarta sebagai upaya mereka atas dugaan kecurangan pemilu yang tidak digubris Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kalau deadlock dan apa namanya pihak BPN sudah melakukan segala sesuatu dan deadlock apa boleh buat kita minta diskualifikasi (Jokowi-Ma’ruf) karena banyak kecurangan dan kejahatan pemilu dan tragedi nasional ini kan semua efek. Akhirnya kita juga berusahalah dengan teman di Jakarta,” tegasnya.

Semoga dengan adanya aksi damai ini, dapat membuka hati KPU untuk mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Ma’ruf. Hal tersebut karena banyak kecurangan dan kejahatan pemilu serta tragedi nasional terjadi selama Pemilu 2019 berlangsung.

via Dari Jawa Timur, Ribuan Massa Pendukung Prabowo Hadiri Aksi Damai 22 Mei

credit by #913

Surat Wasiat Prabowo Berisi Tiga Poin Penting, Terbit 22 Mei

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan bahwa Surat Wasiat yang ditulis oleh calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto akan segera dirilis. Andre menyebut Surat Wasiat itu akan terbit sebelum penetapan hasil Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang.

Adapun wasiat dari Prabowo itu berisi tiga pesan penting. Dikatakan Andre, pesan tersebut memang ditujukan untuk BPN dan seluruh masyarakat yang mendukung pasangan calon Prabowo-Sandi.

“Insyaallah sebelum tanggal 22 Mei akan ada surat itu,” ujar Andre saat dihubungi melalui telepon, Kamis (16/5).

Kemudian Andre menjelaskan, terdapat tiga poin penting yang diutarakan mantan Danjen Kopassus itu dalam surat wasiatnya.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade (channelrakyat.com)
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade

Pertama, terkait panduan untuk BPN dalam menyikapi hasil Pilpres ke depan. Kemudian Kedua, imbauan untuk masyarakat dalam menyikapi hasil Pilpres.

“Dan yang ketiga memastikan Prabowo ke depan itu akan tetap bersama rakyat,” jelas Andre.

Namun demikian, Wakil Sekjen Partai Gerindra ini belum mengetahui detail keseluruhan surat wasiat yang dimaksud. Andre meminta semua pihak untuk sabar menunggu.

“Tapi untuk detail belum ya. Tunggu tanggal mainnya,” tutur Andre.

Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan akan mengumpulkan sejumlah ahli hukum untuk menulis surat wasiat. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra itu saat pidato dalam acara paparan dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta.

“Saudara-saudara sekalian setelah sore ini saya ke Kertanegara saya akan kumpulkan ahli hukum dan buat surat wasiat,” ujar Prabowo di hadapan ribuan pendukungnya, Selasa (14/5) sore.

Diketahui, surat wasiat memang identik dengan kematian. Wasiat biasanya ditulis oleh seseorang untuk menentukan siapa yang akan mengurusi harta atau pesan-pesan tertentu yang ditinggal dari si empunya surat jika nantinya meninggal dunia.

via Surat Wasiat Prabowo Berisi Tiga Poin Penting, Terbit 22 Mei

credit by #913

Bawaslu Putuskan 2 Gugatan BPN Prabowo Menang

Dua perkara gugatan yang dilayangkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah diputuskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Adapun, dua gugatan tersebut yaitu mengenai Situng KPU dan Quick Count.

Dalam putus perkara nomor 07 tentang Situng dan Quick Count, KPU terbukti secara sah dan meyakinkan dinyatakan bersalah melanggar tata cara, prosedur, dan mekanisme dalam tahapan pemilihan umum.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan hal ini membuktikan bahwa BPN mengambil langkah konstitusional dalam upaya mencari keadilan. Sehingga tidak benar jika tuduhan makar dan tindakan inkonstituional dialamatkan kepada BPN.

“Hal ini membuktikan kita BPN tetap terus melakukan langkah-langkah yang konsitusional untuk melakukan gugatan terhadap hasil rekapitulasi oleh KPU,” ujar Andre, Kamis (16/5).

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade (channelrakyat.com)
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade

Sementara itu, ujar Andre, gugatan terhadap kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif akan dilaporkan BPN ke Bawaslu minggu depan. Pelaporan itu akan disertai bukti-bukti kecurangan yang sebelumnya juga sudah dilaporkan ke Bawaslu.

“Untuk perkara pemilu curang yang terstruktur, sistematis, dan masif juga akan kita laporkan ke Bawaslu pekan depan,” tutur Andre.

Wakil Sekjen Partai Gerindra ini juga menjelaskan, memang BPN belum terpikirkan sama sekali untuk menggugat hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi. Tetapi, untuk hasil pileg dipastikan Gerindra akan melakukan gugatan ke MK.

“Memang untuk pilpres kita sama sekali belum terpikirkan untuk ke MK, tapi untuk Pileg kita pastikan akan ke MK dengan membawa bukti sejumlah kasus kecurangan seperti di DKI Jakarta III dan di beberapa dapil lainnya,” pungkas Andre.

Namun demikian, dua perkara gugatan BPN telah diputuskan Bawaslu. Dan putusan tersebut menyatakan bahwa KPU terbukti secara sah dan meyakinkan dinyatakan bersalah melanggar tata cara, prosedur, dan mekanisme dalam tahapan Pemilu.

via Bawaslu Putuskan 2 Gugatan BPN Prabowo Menang

credit by #913

Sandiaga: The One And Only, Insya Allah Presiden RI Bapak Haji Prabowo Subianto

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Selasa (14/5) sore. Sekitar pukul 15.30 WIB, Prabowo tiba dengan mengenakan safari cokelat dan peci berwarna hitam.

Kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra itu disambut masyarakat yang hadir memenuhi ruangan tersebut yang kemudian disusul cawapres Sandiaga Salahuddin Uno. Pada kegiatan itu, Sandiaga diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan lebih awal.

“Yang terhormat the one and only Insya Allah Presiden Republik Indonesia Bapak Haji Prabowo Subianto,” ujar Sandiaga di Hotel Sahid, Selasa (14/5).

Dalam sambutannya Sandiaga mengatakan, bahwa tujuan kegiatan ini untuk memperjuangkan kepentingan banyak orang, umat, bangsa dan negara. Dirinya prihatin dengan sejumlah masalah Pilpres 2019. Mulai dari wafatnya petugas pemilu yang menurutnya mati sahid karena berjuang dalam tugas kenegaraan.

Sandiaga: The One And Only, Insya Allah Presiden RI Bapak Haji Prabowo Subianto (channelrakyat.com)
Sandiaga: The One And Only, Insya Allah Presiden RI Bapak Haji Prabowo Subianto

“Dengan pahit kita harus menerima kenyataan bahwa inilah pemilu yang paling banyak memakan korban, pemilu yang paling mematikan sepanjang sejarah Indonesia,” tuturnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga prihatin atas politik uang yang terang benderang dan masih ada untuk kepentingan Pemilu 2019. Dia pun menyindir kasus politikus Golkar yang ditangkap KPK karena melakukan korupsi untuk kepentingan serangan fajar.

“Kita juga mencium aroma politik uang yang yang sangat tajam, salah satu orang penting tim kampanye nasional pasangan 01 tertangkap KPK dengan barang bukti ratusan amplop berisi uang,” ungkap Sandiaga.

Sementara itu, turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Sekjen PKS Mustafa Kamal dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera

Kemudian, Politisi Partai Berkarya Titiek Soeharto, Waketum Gerindra Fadli Zon dan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Rachmawati Soekarnoputri. Kemudian ada Letjen (Purn) Sjafrie Syamsuddin, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dan sejumlah tokoh ulama.

via Sandiaga: The One And Only, Insya Allah Presiden RI Bapak Haji Prabowo Subianto

credit by #913

Selisih 1.060.070 Suara, Prabowo Berhasil Kalahkan Jokowi Di NTB

Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah rampung. Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berhasil mengungguli pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi dan Ma’ruf Amin dalam perolehan suara Pilpres 2019 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi NTB, pasangan Prabowo-Sandiaga mengantongi 2.011.319 suara, sedangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapat 951.242 suara.

Ketua KPUD NTB, Suhardi Soud mengatakan, pelaksanaan Pemilu 2019 di NTB berjalan dengan lancar dan aman, meski di sejumah tempat seperti Lombok Tengah terjadi ketegangan. Ini dinilai sebagai dinamika dalam demokrasi.

“Bukti Pemilu 2019 demokratis, semua masyarakat memilih. Tingkat partisipasi warga NTB juga tinggi secara nasional sebesar 77,5 persen. Itu artinya masyarakat secara demokratis sudah memberikan haknya untuk memilih pemimpin (pilpres), memilih anggota DPR, DPD dan DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota,” kata Suhardi Soud di akhir rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi NTB, Senin (13/5).

Ketua KPUD NTB, Suhardi Soud (channelrakyat.com)
Ketua KPUD NTB, Suhardi Soud

Di 10 kabupaten/kota di NTB, pasangan Prabowo-Sandiaga menang dari pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Berikut perolehan kedua paslon;

Lombok Barat:
Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat 106.322 suara
Prabowo-Sandi mendapat 294.638 suara

Lombok Tengah:
Jokowi-Ma’ruf meraih 69.565 suara
Prabowo-Sandi meraih 421.653 suara

Lombok Timur:
Jokowi-Ma’ruf mendapat 281.160 suara
Prabowo-Sandi mendapat 427.670 suara

Sumbawa:
Jokowi-Ma’ruf meraih 105.358 suara
Prabowo-Sandi meraih 170.746 suara

Dompu:
Jokowi-Ma’ruf mendapat 37.767 suara
Prabowo-Sandi mendapat 104.192 suara

Bima:
Jokowi-Ma’ruf meraih 43.556 suara
Prabowo-Sandi meraih 240.083 suara

Sumbawa Barat:
Jokowi-Ma’ruf mendapat 29.641 suara
Prabowo-Sandi mendapat 49.165 suara

Mataram:
Jokowi-Ma’ruf meraih 91.417 suara
Prabowo-Sandi meraih 156.413 suara

Bima:
Jokowi-Maruf mendapat 15.644 suara
Prabowo-Sandi mendapat 75.576 suara

Lombok Utara:
Jokowi-Ma’ruf meraih 70.812 suara
Prabowo-Sandi meraih 71.183 suara

Adapun, jumlah suara sah untuk NTB sebanyak 2.962.561 suara, sementara suara tidak sah 78.125 suara. Total jumlah suara sah dan tidak sah sebanyak 3.040.686 suara.

via Selisih 1.060.070 Suara, Prabowo Berhasil Kalahkan Jokowi Di NTB

credit by #913