Ulangi Kemenangan 2014, Prabowo Kalahkan Jokowi Di Kalsel

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berhasil meraih kemenangan dari pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Provinsi Kalimantan Selatan pada Pilpres 2019.

Hal tersebut diketahui dari hasil rekapitulasi suara tingkat provinsi yang disahkan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Minggu (12/5). Kemenangan ini telah menunjukkan Prabowo dapat mempertahankan keunggulannya dari Jokowi seperti pada hasil Pilpres 2014 lalu di Kalimantan Selatan.

Di Kalsel, Prabowo-Sandiaga tercatat masih perkasa dengan meraih 1.470.163 suara atau 64.09 persen. Sedangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin hanya meraih 823.939 suara atau 35.91 persen.

Total suara sah dalam Pilpres 2019 di Kalsel sendiri adalah 2.294.102 suara. Sementara suara tidak sah mencapai 88001 suara.

Ulangi Kemenangan 2014, Prabowo Kalahkan Jokowi Di Kalsel (channelrakyat.com)
Ulangi Kemenangan 2014, Prabowo Kalahkan Jokowi Di Kalsel

Selain itu, KPUD Kalimantan Selatan mencatat terdapat 2.995.206 orang pemilih di provinsi ini dalam Pemilu 2019. Tetapi, warga yang menggunakan hak pilihnya hanya 2.382.103 orang.

Diketahui, Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa meraih kemenangan tipis dari Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014 lalu di Kalsel. Ketika itu, pasangan Prabowo-Hatta meraih 941.809 suara atau 50,05 persen dan Jokowi-JK mendapat 939.748 atau 49,95 persen.

Perolehan suara Prabowo sendiri mengalami kenaikan yang signifikan di Pilpres 2019 ini yakni, mencapai 582.354 suara dibandingkan Pilpres 2014 lalu. Sedangkan  perolehan suara Jokowi kini mengalami penurunan hingga 115.809 suara dibanding Pilpres 2014 silam.

Sementara itu, rekapitulasi suara Pilpres 2019 tingkat nasional akan dilangsungkan hingga 22 Mei 2019 mendatang. Hingga saat ini, KPU telah merampungkan rekapitulasi di enam provinsi, yaitu Bali, Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Bengkulu.

via Ulangi Kemenangan 2014, Prabowo Kalahkan Jokowi Di Kalsel

credit by #913

BPN Prabowo: Kemenangan Jokowi Karena Kecurangan Luar Biasa Di Jateng

Politikus PDIP, Ganjar Pranowo mengatakan salah satu kemenangan pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin di Jawa Tengah lantaran banyaknya posko pemenangan 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Hal tersebut justru memberi semangat kader PDIP dan relawan untuk bekerja keras.

Tetapi, pernyataan Ganjar itu dibantah oleh Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, Andre Rosiade. Menurut Andre, kemenangan Jokowi – Ma’ruf di Jawa Tengah lantaran ada indikasi banyaknya kecurangan.

“Ini gini sebenarnya Pak Jokowi menang di Jawa Tengah bukan karena prestasinya partai pendukung Pak Jokowi, tapi kita temukan ada indikasi kecurangan yang luar biasa di Jawa Tengah ini,” kata Andre, Jumat (10/5) malam.

Andre mengungkapkan, banyak aparat dan ASN di Jawa Tengah yang tidak netral selama Pilpres 2019. Bahkan, kata Andre, ada indikasi aparat memberi tekanan ke kepala desa untuk mendukung pasangan Jokowi – Ma’ruf.

BPN Prabowo: Kemenangan Jokowi Karena Kecurangan Luar Biasa Di Jateng (channelrakyat.com)
BPN Prabowo: Kemenangan Jokowi Karena Kecurangan Luar Biasa Di Jateng

“Ada aparat yang bermain untuk Pak Jokowi, ada indikasi mobilisasi ASN, ada indikasi tekanan aparat ke oknum kepala desa yang harus memilih petahana,” ungkap politikus Gerindra itu.

Wakil Sekjen Partai Gerindra itu memastikan, temuan-temuan dugaan kecurangan dan pelanggaran itu sudah dilaporkan ke Bawaslu, Jumat (10/5) siang.

“Ini yang kami hadapi kecurangan luar biasa di Jawa Tengah, makanya evaluasi kita ya sudah lapor ke Bawaslu,” jelas Andre.

Diketahui, perolehan suara pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin dan PDIP melesat dari target yang ditetapkan. Merujuk ke data internal, perolehan suara Jokowi – Ma’ruf dan PDIP melebihi angka 72 persen di Jawa Tengah.

via BPN Prabowo: Kemenangan Jokowi Karena Kecurangan Luar Biasa Di Jateng

credit by #913

Dukung Pansus Pemilu 2019, Sandiaga Kritik Sistem KPU Jadul Banget

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menilai usulan dibentuknya panitia khusus atau Pansus Pemilu 2019, merupakan hal baik. Dikarenakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan dana sebesar Rp 25 triliun untuk penyelenggaraan serentak, masih banyak kekurangan.

Sandiaga mengatakan, banyak hal yang harus dikoreksi dan diperbaiki dari pelaksanaan Pemilu serentak 2019. Di satu sisi, Sandiaga juga mengetahui jika anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk pelaksanaan Pemilu 2019 tidaklah sedikit.

“Dalam koridor untuk memperbaiki jalannya pemilu, dengan Rp 25 triliun yang digelontorkan untuk pemilu ini, saya melihat pemilu 2019 masih banyak sekali yang harus kita teliti, kita analisa, karena belum efektif,” tutur Sandiaga di Universitas Bakrie, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Secara teknis Sandiaga mencontohkan bobroknya sistem penyelenggaraan pemilu,  mengenai sistem dana kampanye. Sebagai orang keuangan, selama masa Pemilu Sandiaga terus memberi laporan yang disiapkan dan diserahkan ke pihak KPU.

Dukung Pansus Pemilu 2019, Sandiaga Kritik Sistem KPU Jadul Banget (channelrakyat.com)
Dukung Pansus Pemilu 2019, Sandiaga Kritik Sistem KPU Jadul Banget

Meskipun faktanya, menurut Sandiaga, KPU masih menggunakan cara lama untuk melakukan input penghitungan. Padahal, di era digital dan dengan dana yang digelontorkan harusnya KPU bisa lebih siap dan canggih.

“Bulan per bulan saya berikan laporan walau pun tidak diharuskan KPU, sampai akhirnya KPU sistemnya tak siap, tidak optimal sampai akhirnya laporan itu kami masukan secara manual melalui program excel (seperti) 30 tahun lalu, jadul banget,” kritik Sandiaga.

Oleh sebab itu, Sandiaga ingin kinerja KPU bisa dievaluasi terbuka. Salah satunya melalui dibentuknya Panwas Pemilu. Sehingga, usulan Gerindra dan PKS di paripurna DPR RI kemarin dapat ditindaklanjuti positif.

“Ini untuk kebaikan bangsa harus kita lakukan sbagai perbaikan berkelanjutan atas demokrasi kita,” kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Diketahui, usul Pansus Pemilu awalnya disampaikan oleh anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa, dalam Rapat Paripurna ke-16 Masa Persidangan IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 8 Mei 2019.

Usulan tersebut didasari atas jatuhnya KPPS yang menjadi korban jiwa usai mengawal Pemilu 2019. Kemudian, usulan itu didukung oleh Bambang Haryo Soekartono dari Fraksi Partai Gerindra juga menyatakan setuju.

Adapun, Partai Demokrat dan PAN memilih tidak bersuara. Padahal, perwakilan fraksi mereka turut hadir dalam rapat yakni Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono dan anggota Fraksi PAN, Ali Taher.

via Dukung Pansus Pemilu 2019, Sandiaga Kritik Sistem KPU Jadul Banget

credit by #913

Pekan Depan, Prabowo Ungkap Data Penghitungan Suara Internal

Pada minggu depan, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto akan membuka hasil penghitungan suara internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Para ahli-ahli IT dari berbagai universitas, tengah mempersiapkan proses penghitungan suara tersebut.

Mereka akan mengkaji dan meneliti secara ilmiah hasil Pemilu 2019. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menggelar konferensi pers di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.

“Kami juga akan melakukan workshop-workshop mengumpulkan ahli-ahli IT, dari berbagai universitas. Kami akan mengkaji, meneliti seilmiah mungkin dan pada saatnya akan di ekspose pada hari yang tepat minggu depan,” tutur Prabowo, Rabu (8/5/2019).

Prabowo juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang selama masa penghitungan suara yang masih dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia mengingatkan seluruh pihak tidak mengambil langkah-langkah inkonstitusional dan emosional.

Pekan Depan, Prabowo Ungkap Data Penghitungan Suara Internal (channelrakyat.com)
Pekan Depan, Prabowo Ungkap Data Penghitungan Suara Internal

“Tenang tidak emosional tidak mengambil langkah di luar hukum,” kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.

“Percaya bahwa kita lakukan semua tindakan yang tidak grasa grusu tapi dengan kemenangan dan selalu memikirkan kepentingan yang terbaik,” lanjut Prabowo.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzzamil Yusuf juga sepakat tentang penyampaian data internal paslon 02 akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Kita ada kesepakatan insyaallah akan ada ekspose dari tim IT yang ada di BPN. Insyaallah akan mengundang pakar sehingga akan memberikan informasi yang konstruktif, positif dan sahih,” ujar Muzammil di kantor DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).

“Beberapa hari kedepan akan ada ekspose ke publik hasil temuan dari tim BPN terhadap situng KPU dan perhitungan internal,” lanjutnya.

Muzammil menambahkan, publikasi hasil tersebut untuk membuktikan bahwa pihaknya melakukan pemilu yang jujur dan adil. Kemudian, hasil data BPN akan disodorkan ke KPU dan Bawaslu untuk diuji kebenarannya.

“Apa yang kita smpaikan adalah terbukti kebenarannya, tentu akan jadi rujukan semua pihak. Karena pemilu luber dan jurdil itu amanat konstitusi, rujukan semua pihak. Tinggal diuji saja oleh KPU dan Bawaslu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyambangi kantor DPP PKS yang berada di Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019) pukul 14.46 WIB. Prabowo bertemu jajaran elite PKS dan mereka sepakat akan membeberkan hasil penghitungan suara Pilpres 2019.

via Pekan Depan, Prabowo Ungkap Data Penghitungan Suara Internal

credit by #913

Prabowo Unggul Telak Dari 15 Ribu TPS Di Kabupaten Bogor

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor telah menggelar rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019. Hasil pleno dari seluruh enam kecamatan di wilayah kota Bogor, menetapkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno unggul 170.961 suara dari pasangan nomor urut 01, Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin usai rapat pleno pada Minggu, 5 Mei 2019 malam.

“Pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 228.112 suara, dan pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 399.073 suara dari total enam kecamatan di Kota Bogor,” ujar Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin.

Selisih angka tersebut tidak jauh berbeda dengan selisih rekapitulasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 silam di Kota Bogor. Lima tahun lalu, Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa juga unggul dengan perolehan selisih 129.708 suara dibanding pasangan Jokowi-Jusuf Kalla saat itu.

Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin (channelrakyat.com)
Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin

Samsudin menuturkan, dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kota Bogor sebanyak 716.473 pemilih, ada sebanyak 642.094 pemilih yang menyalurkan hak pilihnya untuk kertas suara Pilpres. Namun, hanya sebanyak 627.185 kertas suara dianggap sah, sedangkan 14.909 kertas suara lainnya dianggap tidak sah.

“Pleno rekap dihadiri lengkap oleh Bawaslu Kota Bogor, ketua dan anggota PPK se-Kota Bogor, Ketua PPS se-Kota Bogor, saksi dari TKD 01 dan BPD 02, saksi dari sembilan calon anggota DPD RI, serta 15 saksi dari partai politik,” tuturnya.

Adapun, rapat pleno dimulai sejak Sabtu (4/5/2019) sore hingga Minggu (5/5/2019) malam dengan agenda pembacaan hasil pleno di enam kecamatan Kota Bogor. “Pleno ditutup dengan baik, tidak ada satu pun keberatan dan catatan khusus dari Bawaslu dan para saksi,” ujar Samsudin.

Kemudian untuk tahapan selanjutnya, hasil pleno tingkat Kota Bogor akan dibawa ke rapat pleno KPU tingkat Provinsi Jawa Barat, yang akan dilaksanakan pada Rabu hingga Jumat mendatang.

via Prabowo Unggul Telak Dari 15 Ribu TPS Di Kabupaten Bogor

credit by #913

Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup Dengan Media Asing

Calon Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan para wartawan dari media asing di kediamannya, Jalan Kertanegara No 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin(6/5/2019). Pertemuan tersebut, tertutup bagi media nasional dan khusus bagi wartawan asing yang menerima surat undangan.

Sejumlah wartawan media nasional yang datang untuk meliput dilarang masuk. Belum diketahui penyebab Prabowo melarang masuk wartawan media nasional di kediamannya. Namun, Prabowo mempersilakan wartawan media asing untuk masuk dan pertemuan kemudian dilanjutkan secara tertutup.

Adapun, sejumlah wartawan media nasional tidak diperkenankan masuk oleh penjaga di kediaman rumah Mantan Danjen Kopassus itu.

“Maaf mas hanya untuk media asing saja,” kata salah seorang penjaga keamanan.

Menurut pantauan, selain wartawan terdapat sejumlah relawan pendukung di depan kediaman Prabowo tersebut. Pertemuan dengan sejumlah media asing itu dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB, dan secara terbatas.

Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup Dengan Media Asing (channelrakyat.com)
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup Dengan Media Asing

Sementara itu saat ditemui seusai pertemuan, Direktur Materi Debat BPN, Sudirman Said mengatakan, dalam pertemuan itu pihaknya membahas mengenai penyelenggaraan Pemilu 2019 yang dinilai patut dijelaskan kepada kalangan internasional.

“Ya pokoknya ada kebutuhan untuk menjelaskan kepada kalangan internasional,” kata Sudirman.

Menurut Sudirman, dalam pertemuan tersebut, BPN memaparkan berbagai penyimpangan, kecurangan, dan kekeliruan terkait Pemilu 2019. Mantan Menteri ESDM itu juga menyebut bahwa ada permintaan dari sejumlah media asing agar Prabowo menggelar pertemuan.

Oleh karenanya, kata Mantan Menteri ESDM ini, BPN tidak mengundang wartawan dari media nasional.

“Jadi tadi itu pertemuan dengan wartawan asing untuk menjelaskan berbagai penyimpangan-penyimpangan, kecurangan-kecurangan dan kekeliruan-kekeliruan yang selama ini sudah menjadi pengetahuan kalian semua,” jelas Sudirman.

“Kalau tiap hari kan ketemu media nasional,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut Prabowo didampingi calon wakil presiden Sandiaga Uno dan sejumlah petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN). Antara lain Ketua BPN Djoko Santoso, Anggota Dewan Penasihat BPN Rizal Ramli, Direktur Hubungan Luar Negeri Irawan Ronodipuro, dan Direktur Kampanye BPN, Sugiono.

Turut hadir pula, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dan Direktur Materi Debat BPN, Sudirman Said.

via Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup Dengan Media Asing

credit by #913

Prabowo Raih Kemenangan Di Kabupaten Kandang Banteng Ini

Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno menang di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Hal tersebut berdasarkan hasil rekapitulasi suara resmi Komisi Pemilihan umum (KPU) setempat.

Hasil rekapitulasi resmi KPU Kabupaten Dharmasraya pasangan Prabowo-Sandi unggul di 10 kecamatan, sedangkan Jokowi-Ma”ruf Amin hanya unggul di satu kecamatan yakni, Kecamatan Tiumang.

“Prabowo-Sandiaga memperoleh 87.568 suara dan Jokowi-Amin mendapatkan 38.773 suara,” ujar Ketua KPU Dharmasraya, Maradis di Pulau Punjung, Sabtu (4/5/2019).

Dikatakan Maradis, pada pemilu serentak 17 April 2019 lalu, jumlah pemilih yang terdaftar mencapai 151.543 pemilih, dengan rincian di DPT sebanyak 143.907 pemilih, jumlah DPTb sebanyak 1.003 pemilih, serta jumlah DPK sebanyak 6.663 pemilih.

Ketua KPU Dharmasraya, Maradis (channelrakyat.com)
Ketua KPU Dharmasraya, Maradis

Dalam rekapitulasi perolehan suara Pilpres, kata dia, disebutkan juga jumlah suara sah sebanyak 126.341 lembar dan suara tidak sah sebanyak 1.760 lembar, sehingga total jumlah suara yang digunakan sebanyak 128.101 lembar,

Maradis juga menjelaskan, tahapan pemilu selanjutnya setelah pelaksanaan pleno di tingkah kabupaten akan dilanjutkan ke tingkat KPU Provinsi Sumatera Barat, dan selanjutnya pleno di tingkat pusat.

“Berita acara pleno hasil penghitungan suara sudah kami sampaikan ke KPU Provinsi Sumbar pada Jumat (3/5),” jelasnya.

Sementara itu, terkait perolehan suara partai politik, lanjut dia, KPU Dharmasraya belum bisa menginformasikan meskipun sudah di rangking di internal KPU setempat.

Sebagai informasi, Kabupaten Dharmasraya adalah kandang Banteng lantaran Bupati Sutan Riska merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang menjadi partai utama pendukung Capres Jokowi-Ma”ruf.

via Prabowo Raih Kemenangan Di Kabupaten Kandang Banteng Ini

credit by #913

Raih 84% Suara, Prabowo-Sandi Menang Telak Di Ujung Barat Indonesia

Hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2019 Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Sabang, Provinsi Aceh, menempatkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menang telak atas pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Pasangan Capres-Cawapres nomor 02 itu meraih 84 persen suara di pulau terluar paling barat Indonesia.

Demikian disampaikan Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Sabang, Muhammad Yani di Sabang, Provinsi Aceh, Kamis (2/5).

”Hasil pleno Pilpres KIP Sabang, pasangan 02 Prabowo-Sandi meraih 19.173 suara. Sedangkan pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf meraih 2.731 suara dan sebanyak 901 suara rusak,” ujar Muhammad Yani.

Hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres periode 2019-2024 di Kota Sabang, pasangan Prabowo-Sandi unggul 16.442 suara jika dibandingkan dengan Jokowi-Ma’ruf. ”Hampir semua TPS, pasangan Capres-Cawapres Nomor 02 unggul,” tuturnya.

Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Sabang, Muhammad Yani (channelrakyat.com)
Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Sabang, Muhammad Yani

Muhammad Yani kemudian merincikan, pasangan Prabowo-Sandi menang di dua dapil se-Kota Sabang dengan perolehan suara, yaitu Dapil-1 Sukakarya 9.059 suara dan Dapil-2 Sukajaya 10.114 suara. Seementara pasangan Jokowi-Ma’ruf hanya meraih 1.660 suara di Dapil-1 Sukakarya dan 2.731 suara di Dapil-2 Sukajaya.

”Jumlah pemilih pada Pilpres 2019 sebanyak 22.805 terdiri dari, DPT, DPTb dan DPK. Artinya, partisipasi pemilih pada pemilu serentak ini di Kota Sabang melebih target KPU yakni 88,56 persen,” jelas Komisioner KIP Sabang itu.

Adapun, Daftar Pemilih Tetap (DPR) di Kota Sabang, Provinsi Aceh sebanyak 25.741 orang. Jumlah tersebut tersebar di 104 TPS, 18 gampong, dan dua kecamatan (Sukakarya dan Sukajaya).

via Raih 84% Suara, Prabowo-Sandi Menang Telak Di Ujung Barat Indonesia

credit by #913

Rekap Suara KPU Purwakarta Rampung, Prabowo Libas Jokowi 72,07%

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta telah menyelesaikan sidang pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu serentak 2019. Sidang tersebut digelar di Aula KPU Purwakarta, Jalan Flamboyan, Nagrikaler, Purwakarta sejak Selasa (30/4/2019) hingga Rabu (1/5/2019).

Dalam sidang rekapitulasi di tingkat kabupaten tersebut, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno mengungguli perolehan suara untuk Pilpres di Kabupaten Purwakarta.

Menurut situs resmi KPU, pemilu2019.kpu.go.id, Kamis (2/5/2019), pukul 09.50 WIB, data suara Pilpres yang masuk pada Situng KPU untuk Kabupaten Purwakarta berasal dari 2.430 Tempat Pemungutan Suara (TPS), atau mencapai 92,2 persen dari total 2.635 TPS di Purwakarta.

Dari Situng KPU tersebut, diketahui bahwa perolehan suara pasangan Prabowo-Sandi di Purwakarta mencapai 373,289 suara (72,07%), sementara suara untuk pasangan Jokowi- KH Maruf Amin mendapat 144.661 (27,93%).

Rekap Suara KPU Purwakarta Rampung, Prabowo Libas Jokowi 72,07% (channelrakyat.com)
Rekap Suara KPU Purwakarta Rampung, Prabowo Libas Jokowi 72,07%

Sementara itu, capres dan cawapres nomor urut 02 ini mendapat suara dari warga Purwakarta sebanyak 406.988 dari surat suara yang masuk berjumlah 579.900. Sedangkan pasangan nomor urut 01, mendapat suara sebesar 155.863 dari kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini.

Total suara yang masuk pada Pemilu serentak 2019 di Purwakarta berjumlah 579.900. Dari jumlah tersebut sebanyak 562.851 suara dinyatakan sah dan sisanya suara yang tidak sah mencapai 17.049.

Jumlah suara yang masuk tersebut pun diketahui kurang dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Purwakarta yang berjumlah 687.100.

Adapun, kemenangan paslon 02, Prabowo-Sandi itu merata di semua Kecamatan Purwakarta. Di kecamatan Bojong misalnya, pasangan Prabowo-Sandi berhasil unggul dengan perolehan 20,436 suara, jauh meninggalkan perolehan Jokowi-KH Makruf Amin yang hanya mampu meraup 8,511 suara.

Kemudian, di Kecamatan Jatiluhur, pasangan Prabowo-Sandi meraup 32, 698 suara, unggul hampir 25 ribu suara dari pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin hanya mampu mengumpulkan 8.390 suara.

Perolehan Pilpres 2019 untuk Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dengan data masuk 92,02 %, sebagai berikut;

Babakan Cikao  10.107      22.048
Bojong                 8.511       20.436
Bungursari           9.876      21.059
Campaka             9.373      16.767
Cibatu                  8.139       11.214
Darangdan          9.948       28.373
Jatiluhur              8.390       26.548
Kiarapedes          6.510        9.196
Maniis                  5.872      11.633
Pasawahan         7.400        21.149
Plered                  7.915        32.698
Pondok Salam    4.610        13.798
Purwakarta         23.508      60.276
Sukasari              3.231        6.170
Sukatani              8.414        32.471
Tegal Waru         5.464        21.797
Wanayasa          7.393        17.656.

via Rekap Suara KPU Purwakarta Rampung, Prabowo Libas Jokowi 72,07%

credit by #913

Di Sukabumi, Situng KPU Input Data Tanpa Lampiran C1

Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan input data perolehan suara Pilpres 2019 tanpa disertai bukti lampiran form C1. Hal tersebut terjadi di Di TPS 17, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, pasangan Jokowi-Ma’ruf meraih 161 suara sedangkan pasangan Prabowo-Sandi meraih 42 suara.

Tetapi, diketahui input data tersebut tidak disertai lampiran form C1 yang wajib diunggah sebagai bukti hasil input data. Tentunya hal tersebut patut dipertanyakan, dan itu diketahui saat mengakses laman situng KPU melalui kpu.go.id, pukul 11.20 WIB, Selasa (30/4).

Selain tanpa lampiran data, ada satu fakta bahwa kemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di TPS 17 tersebut kontras dengan hasil-hasil Pilpres di 17 TPS lainnya di Kelurahan Situmekar. Di 17 TPS lainnya, semua kemenangan milik pasangan  Prabowo-Sandiaga dan seluruh kemenangan Prabowo-Sandi di 17 TPS lainnya lengkap dengan hasil pemindaian form C1.

Misalnya di TPS 18, Prabowo-Sandi unggul dengan perolehan 101 suara, sementara Jokowi-Ma’ruf meraih 77 suara. Begitu juga dengan hasil situng di TPS 16 di kelurahan yang sama, paslon 02 unggul 137 suara berbanding 93 suara untuk paslon 01.

Di Sukabumi, Situng KPU Input Data Tanpa Lampiran C1 (channelrakyat.com)
Di Sukabumi, Situng KPU Input Data Tanpa Lampiran C1

Namun, saat pihak Kelurahan Situmekar dihubungi untuk pencocokan data yang diinput KPU, pejabat kelurahan yang enggan menyebutkan identitasnya mengaku, pihak kelurahan tidak memiliki informasi hasil pemungutan dari seluruh 18 TPS. Justru, mereka meminta untuk langsung mengonfirmasi petugas di lapangan.

Diketahui, aturan pelampiran form C1 sudah diatur melalui Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Umum yang kemudian diubah dan ditambah sebagian isinya melalui penerbitan PKPU Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 3 Tahun 2019. Pelampiran form C1 sudah tegas diamanatkan dalam ayat 9 (sembilan) dan 10 (sepuluh) PKPU nomor 3 Tahun 2019.

Ayat 9 berbunyi:

KPU/KIP Kabupaten/Kota wajib memindai (scan) salinan formulir Model C-KPU, Model C1-PPWP, Model C1-DPR, Model C1-DPD, Model C1-DPRD Provinsi, dan Model C1-DPRD Kab/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dimulai sejak hari dan tanggal Pemungutan Suara.

Ayat 10 berbunyi:

KPU/KIP Kabupaten/Kota wajib mengirimkan hasil pindai (scan) sebagaimana dimaksud pada ayat (9) kepada KPU melalui Situng untuk diumumkan di laman KPU.

via Di Sukabumi, Situng KPU Input Data Tanpa Lampiran C1

credit by #913