Keren, Sandiaga Salam Komando Bareng Prabowo: Fight Till The End!

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga pasangannya, Calon Presiden Prabowo Subianto. Kemudian, keduanya sempat melakukan salam komando.

Pertemuan Prabowo dan Sandiaga itu terekam dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @sandiuno, Minggu (28/4/2019). Prabowo tampak mengenakan safari berwarna cokelat sementara Sandiaga memakai jas berwarna biru.

Awalnya, Sandiaga menyebut dirinya sebagai papa online. Prabowo lantas bertanya maksud dari kata tersebut. “Apa, papa online?” kata Prabowo.

“Netizen manggil saya papa online. Waktu sakit tiga hari itu, katanya papa online di mana?” ujar Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, pertemuannya dengan Prabowo untuk membahas perkembangan terbaru terkait proses penghitungan suara Pemilu 2019. Dia ingin memastikan pemilu berjalan dengan jujur dan adil.

Keren, Sandiaga Salam Komando Bareng Prabowo: Fight Till The End! (channerlrakyat.com)
Keren, Sandiaga Salam Komando Bareng Prabowo: Fight Till The End!

“Jadi guys, saya sama Pak Prabowo baru diskusikan perkembangan-perkembangan terakhir karena saya banyak bertemu dengan para relawan. Saya ingin berikan semangat kepada para relawan dan kita solid. Insya Allah kita pastikan pemilu yang jujur, adil dan berjuang untuk kebenaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra itu menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan sejumlah kalangan masyarakat. Prabowo menyebut bantuan masyarakat itu sebagai hal yang luar biasa.

“Terima kasih untuk semuanya, relawan, emak-emak, milenial, panca marga, semuanya lah yang bantu kita, petani, nelayan, buruh, guru-guru honorer, semua, dokter, bidan, perawat, disabilitas, seluruh rakyat yang membantu kita luar biasa. Terima kasih,” tuturnya.

Di akhir video, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu kemudian melakukan salam komando dengan Prabowo. Dia mengatakan akan berjuang sampai akhir.

“Oke bro, fight till the end!” ujar Sandiaga.

Sandiaga juga menuliskan kata-kata terkait video yang diunggah di akun Instagram-nya itu. Bagi Sandiaga, proses yang dijalaninya selama ini merupakan amanah yang sangat besar.

“Saya dan Pak @prabowo mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan mempercayakan pilihannya kepada kami. Ini merupakan suatu amanah besar yang akan kami perjuangkan hingga titik darah penghabisan demi terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur,” tulisnya.

“Untuk para relawan, para pejuang demokrasi yang masih terus mengawal suara, tetap semangat namun tetap utamakan kesehatan. Bersama-sama kita pastikan keadilan hadir di tanah air Indonesia,” lanjut Sandiaga.

via Keren, Sandiaga Salam Komando Bareng Prabowo: Fight Till The End!

credit by #913

BPN Prabowo: Ada Yang Tak Beres, KPU Konsisten Tambah Suara Jokowi

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai ada yang tidak beres dari penyelenggara pemilu yang kerap salah input data formulir C1 ke Situng Komisi Pemilihan Umum (KPU). BPN menyebut kesalahan itu terkesan menguntungkan salah satu pasangan calon.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean melalui akun twitternya, Sabtu (27/4).
“Kesalahan yang konsisten hanya menambah suara Jokowi menjadi pertanda memang ada yang tidak beres dengan pemilu kita kali ini,” tulis Ferdinand di akun Twitternya.

Ferdinand mengatakan, seharusnya salah input tidak akan terjadi karena prosedur melarang enter sebelum dilakukan pengecekan ulang antara C1 dengan data yang diinput.

“Kita tentu akan menerima siapapun pemenang Pilpres hasil dari pemilu yang jurdil,” kata Ferdinand.
BPN Prabowo: Ada Yang Tak Beres, KPU Konsisten Tambah Suara Jokowi (channelrakyat.com)
BPN Prabowo: Ada Yang Tak Beres, KPU Konsisten Tambah Suara Jokowi

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, begitu juga sebaliknya, BPN dan masyarakat juga akan menolak siapapun pemenang Pilpres dari proses kecurangan yang terbukti terstuktur, sistematis dan masif itu.

Tentunya, dengan KPU yang kerap menyepelekan kesalahan terkait menginput data formulir C1 ke Situng KPU, akan berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat.
“Dampaknya adalah rakyat tidak percaya pada KPU dan Legitimasi Pemilu menjadi rendah,” ujar Ferdinand di akun Twitternya, Sabtu (27/4).
Menurut Ferdinand, ketidakpercayaan rakyat kepada KPU dan penyelenggaraan Pemilu dikhawatirkan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan, bahkan menyebabkan disintergrasi bangsa.
Hal tersebut dikarenakan, kata dia, kecurangan yang dianggap remeh hanya membangkitkan semangat perlawanan.

“Kesalahan input berkali-kali oleh @KPU_ID tak bisa dipercaya sebagai kesalahan tidak disengaja, input data tentu ada pengecekan,” pungkas Ferdinand.

Sementara itu, masyarakat kini dapat menilai bagaimana kinerja KPU terkait Pemilu 2019. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah kenapa bisa KPU selalu konsisten  mengurangi suara Prabowo dan menambah suara Jokowi?

via BPN Prabowo: Ada Yang Tak Beres, KPU Konsisten Tambah Suara Jokowi

credit by #913

Peneliti UKRI, Dari 8000 TPS Prabowo Unggul 62,2% Atas Jokowi

Akademisi Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) menggelar penghitungan C1 berdasarkan 8.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hasilnya, suara yang diraih calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menang telak atas capres petahana, Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Direktur Lembaga Pengetahuan dan Ilmu Teknologi (Lapitek) UKRI, Rohmanizar Setiadi mengatakan bahwa Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno meraih suara sebanyak 62,20 persen. Sedangkan suara untuk pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebesar 35,90 persen. Sisanya, sebanyak 1,90 persen tidak sah.

Adapun, metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah multistage random sampling dengan margin of error mencapai 2,46 persen. Sementara, sampel yang dipakai ia sebut berasal dari sebagian besar Provinsi di Indonesia.

Rohmanizar mengatakan, bahwa kedua capres memiliki wilayah teritorial unggulan. Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno unggul di 23 provinsi. Di antaranya Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, dan Aceh.

Peneliti UKRI, Dari 8000 TPS Prabowo Unggul 62,2% Atas Jokowi (channelrakyat.com)
Peneliti UKRI, Dari 8000 TPS Prabowo Unggul 62,2% Atas Jokowi

Sedangkan untuk pasangan Joko Widodo-Maruf Amin unggul di 11 provinsi. Di antaranya Bali, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Kemudian, disinggung mengenai kesulitan dalam proses penelitian, ia mengaku sedikit mendapat kendala untuk menemukan data C1 Plano di wilayah timur Indonesia.

“Kami menghadapi kesulitan teknis (mendapatkan C1 Plano di wilayah timur). Jadi, memang paling banyak diperoleh di wilayah barat,” ujarnya usai merilis hasil penelitian di Kampus UKRI, Jalan Halimun, Kota Bandung, Kamis (25/4).

Namun demikian, dia berkeyakinan bahwa penelitiannya menggambarkan hasil penghitungan dari keseluruhan TPS di Tanah Air. Jumlah sampel yang banyak di Indonesia wilayah barat pun tidak terlepas dari segi jumlah pemilih pada pemilu yang didominasi masyarakat di wilayah barat.

Bahkan, ada 10 ribu relawan yang dilibatkan untuk menjamin kualitas hasil sampel. “Jadi hasil ini bisa merepresentasikan hasil nasional,” tegasnya.

Diketahui, Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), dibangun oleh keluarga besar Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo. Dalam susunan organisasinya, Prabowo Subianto tercatat sebagai Ketua Yayasan.

via Peneliti UKRI, Dari 8000 TPS Prabowo Unggul 62,2% Atas Jokowi

credit by #913

Ternyata Jokowi Kalah Telak Di Komplek Paspampres Dan Kopassus

Pasangan capres-cawapres 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin diketahui mengalami kekalahan telak di komplek Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Ternyata, kekalahan telak juga dialami paslon 01 itu di kawasan kompleks Komandan Pasukan Khusus (Kopassus), Cijantung, Jakarta Timur.

Adapun, warga yang berada di perumahan baret merah itu mencoblos di delapan tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di RA Fadillah, Kelurahan Baru, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Mereka mencoblos di TPS 53 dan TPS 54 yang berada di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Baru 01. Kemudian di TPS 55, 56 dan 57 yang terletak di SDN Baru 02.‎ Terakhir di TPS 58, 59 dan 60 terletak di halaman SMA 39.

Namun, pada real count Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga pukul 19.45 WIB pada Rabu (24/4), hasil penghitungan suara yang di-upload baru dari TPS 54 dan TPS 59.

Sementara di situs KawalPemilu.org, dari delapan TPS, hanya TPS 57 yang belum dilengkapi. Rinciannya adalah sebagai berikut:

Ternyata Jokowi Kalah Telak Di Komplek Paspampres Dan Kopassus (channelrakyat.com)
Ternyata Jokowi Kalah Telak Di Komplek Paspampres Dan Kopassus

TPS 53
Jokowi-Maruf: 30 suara
Prabowo-Sandi: 203 suara.

TPS 54
Jokowi-Maruf: 15 suara
Prabowo-Sandi: 224 suara.

TPS 55
Jokowi-Maruf: 17 suara
Prabowo-Sandi: 281 suara.

TPS 56
Jokowi-Maruf: 29 suara
Prabowo Sandi: 253 suara.

TPS 58
Jokowi-Maruf: 31 suara
Prabowo-Sandi: 241 suara.

TPS 59
Jokowi-Maruf: 34 suara
Prabowo-Sandi: 225 suara.

TPS 60
Jokowi-Maruf‎: 23 suara
Prabowo Sandi: 236 suara.

Ternyata Jokowi Kalah Telak Di Komplek Paspampres Dan Kopassus (channelrakyat.com)
Ternyata Jokowi Kalah Telak Di Komplek Paspampres Dan Kopassus

Dengan demikian, total yang diperoleh pasangan Jokowi-Maruf sebanyak 179 suara. Sementara untuk paslon 02, Prabowo-Sandi sebesar 1.663 suara.

Sebelumnya, Jokowi juga kalah telak di komplek Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Ada sembilan TPS di kompleks Paspampres, tepatnya di RW 6. Dari jumlah tersebut, paslon 02 Prabowo-Sandi unggul telak di delapan TPS, sementara paslon 01, Jokowi-Maruf hanya unggul di satu TPS.

Hal tersebut tentunya menjadi tamparan keras bagi Jokowi maupun Komandan Paspampres. Jokowi tidak hanya ditolak oleh rakyat Indonesia, tetapi dia juga ditolak oleh keluarga pasukan yang selama ini mengawalnya.

via Ternyata Jokowi Kalah Telak Di Komplek Paspampres Dan Kopassus

credit by #913

Penggelembungan Suara Jokowi Di TPS 04 Bali, Dari 183 Jadi 1833

Dalam mengawal rekapitulasi suara dan memantau input data dari form C1 ke portal Situng milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), antusiasme masyarakat tak pernah surut. Dari waktu ke waktu, mereka selalu menemukan kejanggalan angka, yang kesemuanya selalu merugikan Paslon 02.

Kali ini, kejanggalan angka ditemukan kembali oleh netizen Fariz Pratama Sikumbang, pemilik akun Twitter @sikumbang02. Dalam unggahannya, Selasa (23/4), ia mendapati penggelembungan suara untuk Paslon 01, Jokowi-Maruf Amin di portal Situng milik KPU.

Tidak tanggung-tanggung, suara Paslon 01 digelembungkan lebih dari 1000, dari yang awalnya di form C1 183 menjadi 1.833 di Situng KPU.

“Kali ini penggelembungan suara 01 sangat fantastis. Yang seharusnya 183 up jadi 1.833. Buat 02 sesuai nomor urut,” tulisnya.

Penggelembungan Suara Jokowi Di TPS 04 Bali, Dari 183 Jadi 1833 (channelrakyat.com)
Penggelembungan Suara Jokowi Di TPS 04 Bali, Dari 183 Jadi 1833

Adapun, menurutnya kejanggalan itu terjadi di TPS 04, Petak Kaja, Kec Gianyar, Kab Gianyar, Bali. Rekaman layar yang diunggahnya bertanggal 23 April 2019, pukul 05.25.

“Hallo, @KPU_ID, masih ada yang kerja kah IT-nya,” pungkasnya.

Sementara itu, kasus dugaan kecurangan yang merugikan Paslon 02 juga terjadi di TPS 30, Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Bermula adanya laporan dari warga bernama Muhammad Haswan M Evandirita melalui akun twitter @HaswanEvan.

Kasus dugaan kecurangan di TPS 30, Bojongsari, Depok, Jawa Barat (channelrakyat.com)
Kasus dugaan kecurangan di TPS 30, Bojongsari, Depok, Jawa Barat

Di TPS tersebut, Prabowo mendapat 148 suara dan Jokowi 63 suara. Tetapi, di situng KPU tertulis paslon 01 mendapat 211 suara, sedangkan paslon 02 hanya 3 suara.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu mengatakan bahwa Pemilu 2019 sarat dengan kecurangan yang terstruktur, sistematik, dan masif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan perhitungan suara. Dia pun mengkritik sikap Presiden Jokowi yang diam seribu bahasa.

via Penggelembungan Suara Jokowi Di TPS 04 Bali, Dari 183 Jadi 1833

credit by #913

Habib Rizieq Dukung Deklarasi Kemenangan Prabowo, Ini Alasannya

Habib Rizieq Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) mengapresiasi deklarasi kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Sebab, deklarasi kemenangan itu berdasarkan real count pihaknya.

Hal tersebut disampaikan Habib Rizieq melalui channel Youtube Front TV pada Minggu (21/4). Kebenaran video tersebut juga sudah dikonfirmasi oleh Jubir FPI, Slamet Maarif.

“Deklarasi kemenangan yang dilakukan oleh Prabowo-Sandi bersama partai koalisinya sudah sangat tepat, logis, realistis dan argumentatif,” kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq menjelaskan beberapa alasan mendukung deklarasi tersebut. Menurutnya, pada saat itu Prabowo-Sandi dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) sudah memiliki data suara valid yang diperoleh dari 320 ribu tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Habib Rizieq Dukung Deklarasi Kemenangan Prabowo, Ini Alasannya (channelrakyat.com)
Habib Rizieq Dukung Deklarasi Kemenangan Prabowo, Ini Alasannya

Habib Rizieq menyebut hasil hitung cepat atau quick count beberapa lembaga survei sebagai kebohongan publik yang mesti dihentikan lewat real count dari BPN Prabowo-Sandi.

“[Itu] harus segera dihentikan dengan real count,” tuturnya.

Lebih lanjut, Habib Rizieq mengatakan, deklarasi Prabowo-Sandi sudah dilakukan dalam waktu dan dengan cara yang tepat karena pada saat itu telah beredar bermacam berita di berbagai media sosial terkait kecurangan pada proses pemungutan suara.

Karenanya, Habib Rizieq mengimbau kepada masyarakat agar tetap melanjutkan ‘jihad total’ dalam memerangi kecurangan. Ia mengajak masyarakat untuk merekam dan mencatat proses perhitungan suara dan mengirimkan ke BPN serta aplikasi yang dibuat untuk pemenangan Prabowo-Sandi.

“Catat, rekam, viralkan. Begitu juga dengan form C1 segera amankan, difoto, disimpan di file tersendiri secara khusus dalam hard disk di tempat yang aman,” tandasnya.

Sebelumnya, pasangan Prabowo-Sandi sudah tiga kali mendeklarasikan kemenangan di Pilpres 2019 sejak Rabu (17/4) hingga Kamis (18/4). Kemenangan tersebut berdasarkan hasil penghitungan tim internal BPN.

Hal tersebut sengaja dilakukan Prabowo untuk mendeklarasikan kemenangan ini secara lebih cepat. Sebab Prabowo memiliki bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan di sejumlah kabupaten/kota di seluruh wilayah  Indonesia.

via Habib Rizieq Dukung Deklarasi Kemenangan Prabowo, Ini Alasannya

credit by #913

Hitungan Rekat, Prabowo-Sandi Lebih Unggul 67,8 Persen

Perolehan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan penghitungan sementara Relawan Kawal TPS (Rekat) Indonesia, pasangan 02 jauh lebih unggul ketimbang pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin.

Direktur Rekat Indonesia, Tanty Widanarni mengatakan bahwa berdasarkan penghitungan sementara yang dilakukan internal pihaknya, setidaknya pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapatkan suara sebanyak 67,8 persen. Sedangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapatkan 32,2 persen.

“Pasangan Jokowi-Maruf meraih 32,2 persen, Prabowo-Sandi meraih 67,8 persen,” ujar Tanty Widanarni kepada wartawan di Jakarta, Minggu (21/4).

Menurut Tanty, suara yang masuk ke Rekat Indonesia sudah terverifikasi dari rekapitulasi data C1 yang berasal dari 4.348 TPS, dengan jumlah pemilih mencapai 1.033.933 orang.

Relawan Prabowo Sandi saat Luncurkan Aplikasi 'Rekat Indonesia' (chann
Relawan Prabowo Sandi saat Luncurkan Aplikasi ‘Rekat Indonesia’

Tanty mengatakan, perolehan persentase angka itu tidak banyak mengalami perubahan sejak pihaknya mendapat input data dari para relawan melalui aplikasi Rekat Indonesia setelah Pilpres 2019 selesai dihitung di setiap TPS di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Tanty menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih terus menghimpun perolehan suara kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden dari 34 Propinsi.

Hal itu berbeda dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) sebelum-sebelumnya yang mengandalkan perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU), kini banyak komunitas yang melakukan perhitungan serupa berdasarkan hasil perolehan di masing-masing TPS.

“Data yang didapat dari relawan dilengkapi dengan foto C1 Plano berhologram agar dapat dipertanggungjawabkan validasinya,” jelasnya.

Adapun, Rekat Indonesia adalah aplikasi berbasis native mobile yang di dalamnya tergabung puluhan elemen masyarakat pendukung Prabowo-Sandi. Aplikasi tersebut secara resmi diluncurkan pada pembekalan relawan oleh BPN pada 15 Maret 2019 dan dihadiri oleh Ketua Umum Partai Gerindra, yang juga calon Presiden RI, Prabowo Subianto.

via Hitungan Rekat, Prabowo-Sandi Lebih Unggul 67,8 Persen

credit by #913

KPU Akui Salah Input Data C1 Di 5 Wilayah Indonesia

Berita mengenai kesalahan input data C1 di Situng milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus beredar di media sosial. Hal tersebut, dikarenakan sejumlah data yang diperlihatkan dalam sistem informasi penghitungan suara (Situng) di situs resmi KPU menunjukan hasil yang berbeda.

Form C1 yang diunggah dari Tempat Pemungutan Suara (TPS), tidak sesuai dengan yang diinput oleh KPU dalam Situng. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku telah terjadi kesalahan input data dalam situng di 5 daerah.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid mengatakan 5 daerah yang mengalami kesalahan input data C1 adalah Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau, dan Jakarta Timur. Kesalahan tersebut dari 1 TPS dari masing-masing daerah tersebut.

“Terkait dengan beredarnya informasi salah input di Situng KPU, memang informasi itu sudah masuk di kita. Masuk di 5 daerah, 1 TPS masing-masing di Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau dan Jakarta Timur,” kata Pramono saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).

KPU Akui Salah Input Data C1 Di 5 Wilayah Indonesia (channelrakyat.com)
KPU Akui Salah Input Data C1 Di 5 Wilayah Indonesia

Namun demikian, Pramono mengapresiasi masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam memantau penghitungan suara di Pemilu serentak 2019. Karena, dengan partisipasi masyarakat yang mengoreksi hal tersebut, membuktikan Situng KPU menjadi tolak ukur dari masyarakat.

“Dan itu memang yang kita tunggu dari publikasi Situng kita. Memang kita menunggu informasi, masukan dari masyarakat. Sehingga betul-betul fungsi publikasi dari Situng itu maksimal,” ujarnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga menyatakan siap melakukan koreksi terhadap kesalahan yang mungkin terjadi selama proses penghitungan suara. Informasi kesalahan dalam input data itu, kata Pramono, akan diteruskan ke daerah setempat untuk dikoreksi.

“Langsung diganti di tampilannya. Jadi nanti kalau ada yang keliru itu langsung di kita informasikan di daerah setempat kemudian di daerah setempat yang akan melakukan koreksi. Karena scan upload dan entri data Situng itu tersebar di KPU Kabupaten/Kota bukan dilaksanakan oleh KPU RI,” tuturnya.

“Sehingga informasi kekeliruan atau ketidak akuratan itu nanti masuk di kita, itu langsung kita teruskan ke KPU masing-masing untuk dilakukan koreksi di tempatnya sana,” lanjut Pramono.

Sementara itu, dengan pengakuan tersebut, masyarakat bisa menilai bagaimana kinerja KPU. Namun, bagaimana pun juga masyarakat tetap menunggu hasil dari keseluruhan input data C1 di situng milik KPU.

via KPU Akui Salah Input Data C1 Di 5 Wilayah Indonesia

credit by #913

Prabowo-Sandi Deklarasi Kemenangan Lebih Awal, Ini Alasannya

Pemilihan Umum 2019 telah usai dilaksanakan pada Rabu, 17 April 2019. Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno mendeklarasikan kemenangan Pilpres 2019 di Jalan Kertanegara 04, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis sore (18/4).

Prabowo mengatakan, pihaknya memiliki alasan kenapa deklarasi disampaikan lebih awal. Menurut mantan Danjen Kopassus itu, alasannya karena telah terjadi dugaan kecurangan.

“Kemenangan ini kami deklarasikan secara lebih cepat karena kami punya bukti-bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan yang terus terjadi,” tutur Prabowo yang didampingi Sandiaga dan petinggi BPN.

Adapun, usaha-usaha kecurangan itu terjadi di berbagai desa, kelurahan, kecamatan dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Prabowo-Sandi Deklarasi Kemenangan Lebih Awal, Ini Alasannya (channelrakyat.com)
Prabowo-Sandi Deklarasi Kemenangan Lebih Awal, Ini Alasannya

Deklarasi kemenangan ini merupakan ketiga kalinya dilakukan Prabowo Subianto. Pada Rabu 17 April, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyebut dirinya telah mengantongi suara sebesar 62 persen. Hasil itu diakuinya didapat berdasarkan hasil real count yang dilakukan timnya.

“Berdasarkan real count kita, kita sudah berada di posisi 62 persen. Ini adalah hasil real count dalam posisi lebih dari 320 ribu TPS,” tutur Prabowo.

Sementara itu, Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan banyak laporan masuk terkait keganjilan pelaksanaan pilpres 2019 kali ini.

Pertama, banyak kertas suara yang tercoblos 01 (pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin) di beberapa TPS. Informasi itu bersumber dari relawan BPN.

Kedua, di Palembang ada TPS yang hilang alias tidak ada ditempat. Ketiga, banyak TPS yang buka terlambat. Harusnya dibuka pukul 07.00 WIB, ada yang baru buka pukul 11.00 WIB, seperti di Batam, Kepulauan Riau.

“Tiga hal ini jadi catatan penting BPN untuk evaluasi pelaksanaan,” jelas Dahnil.

“Sementara itu saja. Kami masih terima laporan terus dari relawan atau saksi terutama untuk segala bentuk kecurangan. Pantengin terus segala proses penghitungan di TPS hingga kecamatan. Kita tidak punya infrastruktur yang cukup, alat negara yang cukup untuk mengamankan suara Prabowo-Sandi,” lanjutnya.

Sebelumnya, pantia penyelenggara pemilu menemukan adanya surat suara Pilpres 2019 yang tercoblos di Kompleks Berlian Indah tepatnya di TPS 46 Jennrtalasa, Pallangga, Gowa, Sulawesi Selatan. Masyarakat yang sempat mengantre untuk mencoblos kemudian dibubarkan.

via Prabowo-Sandi Deklarasi Kemenangan Lebih Awal, Ini Alasannya

credit by #913

Bertemu Prabowo, Adik Ahok: Beliau Pemimpin Pilihan Terbaik

Advokat Fifi Lety Tjahaja Purnama, adik dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan baru saja bertemu dengan calon presiden Prabowo Subianto. Fifi mengunggah dua foto bersama Prabowo di akun instagram pribadinya. Foto tersebut diunggah di instagram @fifiletytjahajapurnama pada Senin (15/4).

Fifi tampak mengenakan baju hitam dengan corak dipadu celana panjang warna putih, sementara Prabowo tampil dengan kemeja lengan panjang putih yang dipadu dasi merah serta celana panjang hitam.

Di caption foto, Fifi menulis, “memasuki minggu tenang Pemilu 2019, daripada saling menuduh dan mencaci maki, mari membangun kembali kasih persaudaraan antar anak bangsa. Hilangkan kebencian, dendam dan caci maki lalu penuhi dengan kasih dan saling menghargai dan menghormati pilihan menurut hati nurani masing-masing, karena kita adalah Indonesia,” tulis Fifi.

“Adalah anugerah yang luar biasa dan merupakan suatu kehormatan bisa bertemu kembali dengan Bapak Prabowo Subianto, sosok pemimpin berhati besar,” lanjutnya.

Bertemu Prabowo, Adik Ahok: Beliau Pemimpin Pilihan Terbaik (channelrakyat.com)
Bertemu Prabowo, Adik Ahok: Beliau Pemimpin Pilihan Terbaik

Fifi menjelaskan, Ketua Umum Partai Gerindra itu sudah membuktikan kecintaannya atas Indonesia, NKRI dan Pancasila dengan tidak membedakan dan merangkul semua anak bangsa.

“Masih sangat membekas dalam ingatan saya pada saat semua mata tertuju kepada Pilgub DKI Jakarta 2012. Dimana tidak ada seorang pun yang percaya dan berani mengangkat “double minoritas” yang partainya sendiri tidak berani, tetapi Bapak Prabowo dengan yakin memberikan dukungan penuh pasang badan dengan segala resikonya sampai bisa sukses terpilih memimpin Jakarta,” jelasnya.

“Bukti Beliau pemimpin sejati berhati besar karena berani mengangkat pemimpin Jakarta, karena beliau percaya untuk menjadi pemimpin yang baik, kompetensi, integritas dan karakter negarawan sejati adalah hal yang utama,” lanjut Fifi.

Menurut Fifi, Prabowo merupakan pemimpin terbaik pilihannya. “Bagi saya beliau adalah pemimpin pilihan terbaik,” ungkapnya.

Fifi juga menegaskan, melalui kebesaran hati Prabowo, dia percaya akan ada rekonsiliasi dan pemulihan bangsa karena semua bisa dirangkul oleh Prabowo untuk yang terbaik seperti yang sudah terbukti di tahun 2012 lalu.

“Segala sesuatu yang dimulai tahun 2012 dengan baik seharus dipersatukan kembali di 2019. Dalam kedamaian dan cinta kasih Indonesia tidak terpecah belah, Indonesia bersatu dalam damai. Healing for the nation. Always look to future & not look for the past. Tanggal 17 biarlah menjadi hari permulaan yang baik penuh dengan damai dan kasih #forlovingindonesia. Yang terbaik terjadi buat bangsa ini,” pungkasnya.

via Bertemu Prabowo, Adik Ahok: Beliau Pemimpin Pilihan Terbaik

credit by #913