BPN Prabowo: Penerapan Hukum Era Petahana Banyak Kejanggalan

M Taufik, Ketua Sekretaris Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, menilai penerapan hukum di era pemerintahan saat ini janggal. Menurutnya, hukum masih tebang pilih. Sebagai contoh, beda perlakuan antara pendukung dan oposisi.

Hal tersebut disampaikan Taufik dalam diskusi bertajuk “Hukum Era Jokowi Mundur dan Zalim?” di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto No. 93 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

“Buat kami banyak kejanggalan dari penerapan hukum di negeri ini. Buktinya pada saat kami melapor, itu enggak diproses. Karena yang kita lapor adalah kelompok sebelah,” kata Taufik.

“Tapi kalau yang melaporkan dari kelompok sebelah, proses hukumnya begitu cepat,” lanjutnya.

BPN Prabowo: Penerapan Hukum Era Petahana Banyak Kejanggalan (channelrakyat.com)
BPN Prabowo: Penerapan Hukum Era Petahana Banyak Kejanggalan

Menurut politisi Partai Gerindra itu, rakyat sudah tidak tahan dengan penerapan hukum yang tidak adil. Taufik melihat sudah ada kesadaran dari rakyat untuk menghentikan kezaliman dengan adanya perubahan kepemimpinan nasional di Pilpres 2019 mendatang.

Sementara itu senada dengan Taufik, Juru Bicara Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Muhammad Syafi’i. Dia mencontohkan kasus dugaan penistaan agama Sukmawati Soekarnoputri yang tidak diproses. Kemudian, aparat juga diam saat Bupati Boyolali mengucapkan kata tidak pantas kepada calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“(Kasus) di Boyolali setelah kita adukan tetapi tidak diproses sampai saat ini seperti Tengku Zulkarnain, Neno Warisman, Ahmad Dhani,” tutur Syafi’i.

Menurut anggota Komisi III DPR tersebut slogan profesional, modern dan terpercaya (promoter) polisi tidak bisa dipercaya.

“Jangan kalau yang mengadukan berseberangan dengan pemerintah prosesnya cepat sekali. Contohnya kasus Ahmad Dani. Itulah potret polisi saat ini, benar sesuai dengan tema (diskusi),” jelas Syafi’i.

Dengan demikian, penerapan hukum di era Petahana memang banyak ditemui kejanggalan. Beberapa contoh telah disebutkan, masyarakat kini sudah muak dengan permainan hukum yang diperlihatkan penguasa. Sudah saatnya kita bersama bergandeng tangan, bersatu untuk menghentikan kezaliman dengan adanya perubahan kepemimpinan nasional di Pilpres 2019 mendatang.

 

via BPN Prabowo: Penerapan Hukum Era Petahana Banyak Kejanggalan

credit by #913

Berikan Dukungan Moral, Prabowo Temui Ibunda Dan Istri Ahmad Dhani

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengunjungi kediaman Ahmad Dhani di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Prabowo datang ingin bertemu dengan ibunda dan istri Ahmad Dhani untuk memberikan dukungan moral.

Kunjungan Prabowo di kediaman Ahmad Dhani didampingi Waketum Gerindra Fadli Zon. Menurut Fadli Zon, Prabowo meminta supaya pembelaan hukum Ahmad Dhani dilakukan maksimal.

“Ya tadi saya menemani Pak Prabowo karena beliau mau berkunjung, bertemu dengan ibunya Ahmad Dhani, ketemu juga dengan Mbak Mulan, ya untuk menyampaikan ikut prihatin dan mendukung secara moral. Dan Pak Prabowo meminta agar pembelaan hukum terhadap Ahmad Dhani juga maksimal, juga meminta keluarga untuk bersabar dan menyampaikan simpati dan solidaritas,” ujar Fadli saat dimintai konfirmasi, Senin (4/2/2019).

Sekitar pukul 22.00 WIB, Prabowo berangkat dari kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut Fadli, Prabowo juga menilai kasus ujaran kebencian yang menjerat Ahmad Dhani merupakan kriminalisasi.

“Tentu Pak Prabowo juga melihat ini adalah sebuah kriminalisasi ya, karena apa yang dicuitkan Ahmad Dhani dalam kasus ini kan jelas saya kira tak menyinggung siapa pun,” kata Fadli.

Berikan Dukungan Moral, Prabowo Temui Ibunda Dan Istri Ahmad Dhani
Berikan Dukungan Moral, Prabowo Temui Ibunda Dan Istri Ahmad Dhani

Pihak keluarga juga menyampaikan harapan-harapan kepada mantan Danjen Kopassus itu. Salah satunya adalah supaya penahanan Ahmad Dhani tidak dipindahkan ke Surabaya, Jawa Timur.

“Pihak keluarga meminta bahwa Ahmad Dhani jangan sampai dipindah ke Surabaya karena itu merepotkan, tidak memudahkan kunjungan. Kan ada wacana mau dipindah ke Surabaya. Jadi disampaikan juga kepada Pak Prabowo, minta tolong ke Pak Prabowo biar saja tetap di Jakarta dan minta bantuan penangguhan penahanan,” ungkapnya.

Waketum Gerindra ini juga memastikan Gerindra akan memberikan bantuan hukum kepada Ahmad Dhani. Menurut Fadli, Gerindra merasa dirugikan bukan hanya karena Ahmad Dhani sebagai caleg, tetapi juga sebagai juru kampanye Prabowo pada Pilpres 2019.

“Saya kira argumentasi hukum yang kuat dan kami kan yang dirugikan. Saudara Ahmad Dhani kanjurkam dari BPN. Berarti jurkam kami berkurang dan Saudara Ahmad Dhani juga caleg DPR RI di Jatim I. Berarti kan beliau tak bisa kampanye, Gerindra juga dirugikan untuk di dapil itu. Itu secara langsung dirugikan, makanya kita sangat aneh, pemaksaan penahanan ini secara fisik,” jelas Fadli.

Adapun, foto-foto pertemuan Prabowo dengan ibunda dan istri Ahmad Dhani diunggah oleh akun Instagram @indonesiaadilmakmur. Dalam foto tersebut mereka terlihat berbincang. Prabowo duduk berhadap-hadapan dengan Istri Dhani, Mulan Jameela.

via Berikan Dukungan Moral, Prabowo Temui Ibunda Dan Istri Ahmad Dhani

credit by #913

BPN Prabowo: UU ITE Kerap Dijadikan Alat Bungkam Kritik

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menuturkan, jika terpilih pada Pemilihan Presiden (Piplres) 2019 mendatang, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berkomitmen merevisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dikatakan Dahnil, pasal-pasal karet yang ada dalam UU ITE perlu direvisi karena UU tersebut kerap disalahgunakan untuk kepentingan kekuasaan.

“UU ITE ini menjadi perhatian khusus Prabowo-Sandi untuk direvisi karena korban utama UU ITE adalah masyarakat awam,” kata Dahnil dalam sebuah diskusi di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Menurut Dahnil, mayoritas korban kriminalisasi menggunakan UU ITE adalah masyarakat awam dan kalangan aktivis. Sementara, sebanyak 35 persen pelapor UU ITE adalah pejabat negara.

BPN Prabowo: UU ITE Kerap Dijadikan Alat Bungkam Kritik
BPN Prabowo: UU ITE Kerap Dijadikan Alat Bungkam Kritik

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai, fakta tersebut menunjukkan bahwa UU ITE kerap digunakan untuk membungkam kritik.

“Data kami lebih dari 35 persen pelapor UU ITE itu adalah pejabat negara. Ini sinyal sederhana bahwa UU ITE menjadi alat bagi pejabat negara membungkam kritik. Artinya sebagian besar pejabat kita punya kecenderungan antikritik,” jelas Dahnil.

Berdasarkan catatan BPN, UU ITE banyak disalahgunakan pada masa pemerintahan petahana saat ini. Dahnil memaparkan, pada tahun 2016 terdapat 84 kasus terkait UU ITE dan 51 kasus pada 2017.

“Jadi, komitmen kami adalah merevisi UU ITE. Kami ingin stop pembungkaman publik dan kriminaslisasi,” ujar Dahnil.

Dengan banyaknya kasus yang terjadi saat ini, dapat dikatakan bahwa UU ITE memang kerap dijadian alat bagi pejabat negara untuk membungkam kritikan. Karenanya, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berkomitmen untuk merevisi UU ITE tersebut, jika terpilih pada Pilpres 2019.

 

via BPN Prabowo: UU ITE Kerap Dijadikan Alat Bungkam Kritik

credit by #913

Debat Kedua Pilpres, BPN Prabowo: Soal Infrastruktur Jadi Masalah Bagi Petahana

Debat kedua Pilpres 2019 akan dilaksanakan pada 17 Februari 2019 di Hotel Sultan, Senayan. Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai tema debat kedua pilpres tidak serta merta menguntungkan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi.

Menurut Dahnil, isu infrastruktur yang ada pada debat kedua justru dapat memberatkan Jokowi karena banyak masalah dalam pembangunannya.

“Menurut kami isu kedua ini (infrastruktur) Pak Jokowi juga punya masalah banyak. Misalnya yang disampaikan oleh Pak JK (Jusuf Kalla), infrastruktur kita miss prioritas dan inefisiensi,” kata Dahnil saat ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Dikatakan Dahnil, sejak awal, bahkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sudah memperingatkan pemerintah jika biaya pembangunan konstruksi light rail transit (LRT) di Indonesia terlalu mahal.

Debat Kedua Pilpres, BPN Prabowo: Soal Infrastruktur Jadi Masalah Bagi Petahana
Debat Kedua Pilpres, BPN Prabowo: Soal Infrastruktur Jadi Masalah Bagi Petahana

Oleh sebab itu, ia menilai tidak ada keunggulan bagi Jokowi dalam hal infrastruktur. Ia justru menilai infrastruktur merupakan salah satu masalah bagi Jokowi.

“Kami justru tidak melihat ada keunggulan Pak Jokowi di situ. Justru di situlah epicentrum masalah Pak Jokowi salah satunya,” tutur Dahnil.

“Mau disimulasikan? Mau tidak? Rasa masyarakat itu bisa dilihat. Kemudian fakta kegagalan itu akan tetap tercium, karena itu dilihat secara kasat mata oleh masyarakat,” tambah Dahnil.

Diketahui, debat kedua yang akan berlangsung 17 Februari membahas tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Sementara itu, pada debat kedua ini hanya diikuti oleh calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Debat Pilpres 2019 kedua nanti juga akan disiarkan di RCTI, GTV, MNC TV, dan INews TV.

via Debat Kedua Pilpres, BPN Prabowo: Soal Infrastruktur Jadi Masalah Bagi Petahana

credit by #913

Debat Kedua Pilpres, BPN Prabowo Yakin Petahana Kalah Telak

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean yakin calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto akan mampu mengungguli capres petahana Joko Widodo (Jokowi) di debat kedua nanti. Debat kedua Pilpres 2019 akan dilaksanakan pada 17 Februari 2019 di Hotel Sultan, Senayan.

Terlebih dalam debat kedua Pilpres 2019 mendatang akan mengambil tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Ferdinand, akan menjadi pukulan telak bagi Jokowi.

“Karena tema debat terkait erat dengan ekonomi yang mana isu ini menjadi kelemahan Jokowi,” kata Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Kamis (31/1/2019).

Ferdinand Hutahaean memprediksi tema energi yang akan paling besar diperbincangkan, lantaran Jokowi pasti akan merasa bangga dengan kerja-kerja semuanya. Khususnya saat mengklaim sukses terkait Freeport dan Blok Rokan serta Mahakam.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean 
Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean 

“Padahal Freeport jelas sebuah kesalahan dan merugikan. Rokan membuat pertamina mati-matian membayar signature bonus,” tutur Ferdinand.

“Dan demikian dengan Mahakam yang masih diberikan ke asing sebagian,” lanjut Ferdinand Hutahaean.

Oleh karena itu, politisi Partai Demokrat ini balik mempertanyakan, dimana letak sukses dari kerja Jokowi?

“Jadi apa yang dianggap keberhasilan oleh Jokowi justru adalah kegagalan,” tandas Ferdinand Hutahaean.

Atas dasar itu, maka Ferdinand Hutahaean berkeyakinan Jokowi akan kalah telak pada debat kedua 17 Februari mendatang. “Maka kami yakin Jokowi akan kalah telah pada debat kedua nanti,” kata Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand melanjutkan, BPN Prabowo-Sandi tentunya sudah melakukan persiapan secukupnya. “Karena kami ingin betul-betul menunjukkan bahwa Prabowo lah yang paling pantas dari Jokowi untuk memimpin bangsa ini kedepan,” jelasnya.

Sementara itu, debat kedua akan berlangsung pada 17 Februari 2019 di Hotel Sultan, Jakarta Selatan dengan tema energi, pangan, SDA, lingkungan hidup dan infrastruktur. Pada debat kedua ini hanya diikuti oleh calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

via Debat Kedua Pilpres, BPN Prabowo Yakin Petahana Kalah Telak

credit by #913

Debat Kedua Pilpres, Prabowo Akan Angkat 4 Poin Ini

Debat kedua Pilpres 2019 akan dilaksanakan pada 17 Februari 2019 di Hotel Sultan, Senayan dengan tema Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sudah menyiapkan poin tentang Lingkungan Hidup yang bakal diangkat dalam panggung debat itu.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi spesialis Lingkungan Hidup, Gari Primananda mengungkapkan persoalan Lingkungan Hidup yang akan disampaikan Prabowo Subianto.

Poin Pertama, Prabowo akan mengangkat tentang rehabilitasi hutan- hutan yang rusak guna melestarikan alam dan satwa liar.

Poin kedua, Prabowo akan berbicara soal merehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sumber air.

Jubir (BPN) Prabowo-Sandi spesialis Lingkungan Hidup, Gari Primananda
Jubir (BPN) Prabowo-Sandi spesialis Lingkungan Hidup, Gari Primananda

Poin ketiga, Prabowo akan bicara soal mendorong usaha pertambangan yang ramah lingkungan dan menertibkan pertambangan liar.

Poin Keempat, Ketua Umum Partai Gerindra itu akan mengungkapkan soal mencegah dan menindak tegas pencemaran serta pengrusakan lingkungan.

“Insha Allah Pak Prabowo siap dengan tema lingkungan. Beberapa program yang akan diangkat adalah terkait (itu),” ujar Gari Primananda, Rabu (30/1).

Untuk diketahui, debat kedua nanti akan diikuti hanya oleh pasangan calon presiden, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Debat kedua ini juga nantinya akan di moderatori oleh Anisha Dashuki dan Tommy Tjokro. Kemudian, ada empat stasiun televisi yang akan menyiarkan debat secara langsung, yaitu RCTI, JTV, MNC TV, dan INews TV.

via Debat Kedua Pilpres, Prabowo Akan Angkat 4 Poin Ini

credit by #913

BPN Optimis Bulan Februari Elektabilitas Prabowo Ungguli Petahana 

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan hasil sigi terbaru Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menegaskan pernyataannya selama ini. Puskaptis mencatat selisih elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya terpaut empat persen, berdasarkan sigi yang digelar pada 8-14 Januari 2019.

Adapun, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 45,90 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 41,80 persen.

“Berarti kan menjustifikasi pernyataan saya selama ini bahwa Pak Jokowi ini surveinya sudah di bawah 50 persen, trennya terus turun, dan akan disalip oleh Pak Prabowo,” ujar Andre, Rabu, 30 Januari 2019.

Berbeda dengan Puskaptis, hasil survei lembaga lain menemukan selisih elektabilitas yang cukup besar. Di antaranya adalah survei Indikator Politik sebesar 20,1 persen, Alvara 19,2 persen, dan Charta Politika 19,1 persen. Sedangkan hasil survei Media Survei Nasional (Median) menemukan jarak elektabilitas kedua paslon tinggal satu digit, yaitu 9,2 persen.

BPN Optimis Bulan Februari Elektabilitas Prabowo Ungguli Petahana 
BPN Optimis Bulan Februari Elektabilitas Prabowo Ungguli Petahana

Namun, Andre optimistis survei Puskaptis tersebut indenpenden memotret tren elektabilitas. Hasil Puskaptis, katanya, juga hampir sama dengan survei internal tim Badan Pemenangan yang mencatat selisih elektabilitas tidak lebih dari 11 persen. Sebelumnya angka ini diungkapkan oleh adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo di Gedung Bhayangkari, Jakarta Selatan.

“Ada yang katakan 5 sampai 7 persen, ada yang katakan 6 sampai 10 persen, dan ada yang katakan 7 sampai 11 persen,” ucap Hashim, Ahad, 27 Januari 2019.

Menurut politikus Partai Gerindra ini, pernyataan Hashim itu pun merujuk pada hasil sigi bulan Desember lalu. Dalam satu bulan terakhir, kata Andre, elektabilitas Prabowo-Sandiaga makin bertambah dan akan mengungguli Jokowi.

“Insya Allah bulan Februari Pak Prabowo sudah menyalip Pak Jokowi,” kata Andre.

Sementara itu, Survei Puskaptis dilakukan terhadap 2.100 responden yang diambil secara acak. Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid mengklaim margin of error surveinya 2,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Lembaga survei Puskaptis ini juga merupakan satu dari empat lembaga sigi yang memenangkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat exit poll pemilihan presiden 2014. Tiga lembaga survei lainnya ialah Lembaga Survei Nasional (LSN), Indonesia Research Center (IRC), dan Jaringan Suara Indonesia (JSI).

via BPN Optimis Bulan Februari Elektabilitas Prabowo Ungguli Petahana 

credit by #913

Panik, Pendukung Petahana Berteriak-Teriak Saat Rombongan Sandiaga Melintas

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno diteriaki pendukung capres petahana Joko Widodo di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut terjadi setelah Sandiaga bertemu dengan warga Eromoko di warung hik (angkringan) pada Senin (28/1) malam.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, Sudirman Said menilai alasan pendukung Jokowi beraksi tersebut, lantaran ada potensi menang pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga di Wonogiri.

“Wonogiri salah satu kabupaten yang berpotensi memenangkan pasangan Prabowo-Sandi. Wajar kalau sambutan dari pendukung petahana cukup ‘meriah’,” kata Sudirman, Selasa (29/1/2019).

Pada Senin (28/1) malam, tampak puluhan warga mengenakan atribut pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan mengangkat tangan pose metal sambil meneriakkan nama Jokowi kepada Sandiaga yang melintas di jalan tersebut. Mereka juga berteriak ‘salam metal’ kepada rombongan Sandiaga.

Panik, Pendukung Petahana Berteriak-Teriak Saat Rombongan Sandiaga Melintas
Panik, Pendukung Petahana Berteriak-Teriak Saat Rombongan Sandiaga Melintas

Namun, Sandiaga tidak marah mendapat sambutan seperti itu. Ia justru membuka kaca mobil sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kepada para pendukung Jokowi yang berdiri di pinggir jalan pertigaan Eromoko. Sandiaga juga sempat membalas dengan menitip salam untuk Jokowi.

“Sampaikan salam sama Pak Jokowi,” ujar Sandiaga.

Menurut mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, keteladanan Sandiaga seharusnya ditiru.

“Saya bangga dan bersyukur dengan cara Pak Cawapres Sandiaga Uno merespons sambutan para pendukung Pak Jokowi. Walaupun diteriaki, Pak Sandi tetap santun dan hangat. Malah menyampaikan salam untuk Pak Jokowi melalui para pendukungnya,” kata Sudirman Said.

Caleg Partai Gerindra ini juga memastikan relawan Prabowo-Sandiaga di wilayah tersebut tetap solid meski ada kejadian itu.

“Ini keteladanan yang bagus, pesannya jelas bahwa pemilu adalah ajang kegembiraan. Demokrasi adalah ‘pesta’. Boleh ada teriakan, tapi harus menghadirkan kegembiraan,” jelas Sudirman Said.

“Relawan di daerah Solo Raya semakin solid. Dan biasanya militansi makin menguat ketika menghadapi tekanan-tekanan,” lanjut Sudirman Said.

Sementara itu, pendukung Jokowi yang meneriaki rombongan Sandiaga sepertinya merasa panik karena ada potensi pasangan Prabowo-Sandi akan menang di Wonogiri.

 

via Panik, Pendukung Petahana Berteriak-Teriak Saat Rombongan Sandiaga Melintas

credit by #913

BPN Yakin Dukungan PBB Ke Petahana Justru Kuatkan Elektabilitas Prabowo, Ini Alasannya

DPP Partai Bulan Bintang (PBB) secara resmi menyatakan dukungan kepada Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tidak mempermasalahkan sikap Partai Bulan Bintang (PBB) yang mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman malah optimis dukungan PBB ke Jokowi-Ma’ruf makin meningkatkan elektabilitas Prabowo-Sandi.

“Kami yakin dukungan DPP PBB kepada Jokowi -Maruf Amin justru membuat Prabowo Sandi semakin menguat dalam konteks elektabilitas. Ada dua alasan saya,” ujar Habiburokhman kepada wartawan, Senin (28/1/2019).

“Yang pertama, diumumkannya dukungan resmi DPP PBB kepada mereka didahului kejadian kurang menyenangkan yaitu pembatalan pembebasan Ustad Abu Bakar Baasyir dimana sebelumnya sudah diumumkan oleh YIM (Yusril Ihza Mahendra) yang juga Ketua Umum PBB,” lanjutnya.

BPN Yakin Dukungan PBB Ke Petahana Justru Kuatkan Elektabilitas Prabowo, Ini Alasannya
BPN Yakin Dukungan PBB Ke Petahana Justru Kuatkan Elektabilitas Prabowo, Ini Alasannya

Menurut Habiburokhman, kasus tersebut dinilai bisa mengerus dukungan kaum profesional di tim Jokowi. Karena, kasus pembatalan pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir bisa memberi kesan bahwa Yusril terlihat amatiran saat masuk di tim Jokowi.

“Bisa timbul kesan bahwa YIM yang selama ini seorang profesional justru dituduh menjadi amatir ketika bergabung dengan kubu 01,” jelasnya.

Habiburokman mengaku mendapatkan informasi beberapa kader PBB resah lantaran sikap DPP yang memberikan dukungan ke Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, PBB akan susah mendapatkan dukungan lantaran capres yang diusung bukan hasil dari Ijtima Ulama II.

“Mereka akan susah menjual PBB kepada pemilih karena Presidennya bukan hasil Ijtima Ulama II. Bahkan di dapil saya di Jakarta Timur ada seorang caleg yang mengatakan tidak akan berkampanye dan pendukungnya mungkin akan beralih ke saya,” tuturnya.

Namun demikian, ia tetap menghormati pilihan politik PBB itu. Ia juga berharap Pemilu 2019 berjalan dengan gembira.

“Kita tetap menghormati pilihan politik DPP PBB, yang terpenting kita bisa menjalani proses Pemilu ini dengan gembira tanpa adanya saling cerca,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menegaskan keputusan politik partai mendukung Jokowi-Ma’ruf bukan sikap pribadi. Keputusan berdasarkan hasil Rapat Pleno DPP PBB.

“Keputusan memberikan dukungan politik kepada Jokowi-Ma’ruf Amin bukanlah keputusan pribadi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, tetapi keputusan mayoritas Rapat Pleno DPP PBB tanggal 19 Januari 2019,” ujar Yusril.

Adapun, dukungan PBB ke Petahana tidak sepenuhnya, karena ada sejumlah kader yang ternyata mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Bahkan, ada kader yang resah karena sikap DPP PBB yang mendukung Jokowi-Ma’ruf.

via BPN Yakin Dukungan PBB Ke Petahana Justru Kuatkan Elektabilitas Prabowo, Ini Alasannya

credit by #913

Prabowo Subianto Hadiri Acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menghadiri acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) untuk Pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Acara deklarasi tersebut diselenggarakan di Gedung Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Sabtu (26/1/2019).

Prabowo Subianto yang datang sekitar pukul 15.16 WIB langsung disambut gemuruh tepuk tangan dan teriakan dari ribuan pendukungnya. Ia tampak mengenakan baju safari berwarna cokelat dan peci hitam.

“Prabowo, Prabowo, Prabowo presiden Indonesia,” teriak ribuan pendukungnya, di Gedung Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019).

Saat Prabowo datang, tampak para pendukungnya berebut untuk bersalaman dengan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Prabowo juga menyambut baik para pendukungnya. Tidak hanya itu, Prabowo juga tidak lupa mengacungkan salam dua jari kepada para pendukungnya.

Prabowo Subianto Hadiri Acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia
Prabowo Subianto Hadiri Acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

Adapun Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) untuk Pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tersebut didukung oleh 115 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Para pendukung yang tergabung dalam APTSI dan mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo-Sandiaga, antara lain dari Komunitas Alumni ITB, Relawan Alumni UGM, Alumni UKI Jakarta, Universitas Andalas, STP IISIP, Alumni YAI, Alumni UPN Veteran Yogyakarta, Alumni Universitas Trisaksi, Alumni Universitas Indonesia, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, mantan Komandan Jenderal Kopassus ini mengaku gembira menerima dukungan dari ribuan alumni perguruan tinggi seluruh Indonesia. Bagi Prabowo, deklarasi dukungan yang dibacakan adalah dorongan besar baginya untuk berjuang secara politik sekaligus sebuah amanat berat yang harus dipenuhi.

“Hari ini saya gembira, di tengah-tengah saudara saya menyaksikan gelombang besar menuju perubahan. Saya mengapresiasi para alumni universitas, intelektual-intelektual kampus yang berani meninggalkan menara gadingnya,” tutur Prabowo.

Prabowo menghadiri acara tersebut didampingi oleh Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso.

Selain Prabowo, acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) untuk Pemenangan Prabowo-Sandi ini juga tampak dihadiri oleh mantan Ketua MPR RI Amien Rais, Ketua Front Pembela Islam Sobri Lubis, politisi Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri, Rocky Gerung, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Titiek Soeharto, ibu dari Sandiaga Uno, Mien Uno dan berbagai tokoh politik lainnya.

via Prabowo Subianto Hadiri Acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

credit by #913