Soal Uang Rp2 Miliar Borong Sabun Cuci, BPN Prabowo Minta Presiden Harus Transparan 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Joko Widodo, saat menghadiri acara Program Keluarga Harapan (PKH) di gedung Serbaguna Mandala, Garut, Jawa Barat, memborong sabun cuci piring dengan nilai Rp 2 miliar.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus transparan mengenai sumber uang Rp 2 miliar yang dipakai memborong sabun cuci saat berkunjung ke Garut, Jawa Barat. Dikatakan Mardani, sebagai pimpinan tertinggi di negeri ini, sudah seharusnya presiden memberikan contoh yang baik.

“Buat saya ini Pak Jokowi Presiden bahkan pucuk pimpinan tertinggi mestinya memberikan contoh transparansi, ‘saya beli 2 miliar duitnya duit pribadi nih yah, atau duitnya dikasih sama pengusaha ini’, declare aja gak kenapa,” ujar Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Menurut Mardani, memborong sabun hingga mencapai angka yang fantastis itu membuat publik bertanya-tanya. Terlebih, muncul polemik mengenai ketidakjelasan sumber uang yang dipakai Jokowi.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera

“Beli boleh lah mungkin 2 kantong, 3 kantong masih mungkin tapi kalau 2 miliar ini patut jadi pertanyaan publik,” kata Mardani.

“Jangan malah membuat masyarakat jadi habis energi sosialnya untuk perkara kecil ini sebetulnya,” lanjut Mardani.

Mardani juga mengkritik pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Dikatakan Pramono, dana Rp 2 miliar itu bersumber dari TKN Jokowi-Ma’ruf. Ratusan ribu botol sabun cuci itu pun akan dikelola TKN untuk dibagikan.

Menurut Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, jika Jokowi saat itu dalam rangka menjalankan tugas kepresidenan, hal itu merupakan pelanggaran. “Kalau dalam kunjungan resmi nggak boleh pakai (dana) TKN gitu lho. Itu namanya tidak jelas posisinya,” pungkas Mardani.

Harus ada kejelasan mengenai sumber dana yang dipakai Jokowi untuk membeli sabun cuci tersebut. Terlebih nilainya sangat fantastis mencapai Rp2 Miliar, sehingga membuat publik bertanya-tanya.

via Soal Uang Rp2 Miliar Borong Sabun Cuci, BPN Prabowo Minta Presiden Harus Transparan 

credit by #913

Bantah Rebutan Panggung, BPN: Prabowo-Sandi Tunjukkan Kekompakan Dan Saling Melengkapi

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said membantah pernyataan Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Maman Immanulhaq yang menyatakan Prabowo dan Sandi menunjukkan ketidakkompakan dalam debat perdana. Sudirman menegaskan bahwa Prabowo dan Sandi tidak saling berebut panggung di debat Pilpres perdana.

Maman Immanulhaq, sebelumnya menyatakan dalam debat perdana Pilpres 2019 tanggal 17 Januari 2019 lalu, calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menunjukkan ketidakkompakan.

“Prabowo dan Sandiaga terlihat sekali rebutan panggung, berbeda dengan Ma’ruf Amin yang lebih banyak setuju dengan Pak Jokowi,” katanya dalam rilis survei lembaga KedaiKOPI di Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Menurut Sudirman, Prabowo dan Sandi tidak saling berebut panggung di debat Pilpres perdana, justru hal itu ditujukkan dengan kesantunan Sandiaga saat berbicara ketika sudah diberi kesempatan.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said
Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said

“Tak benar bahwa Prabowo dan Sandiaga berebut panggung, justru terlihat kekompakan dan saling melengkapi di sana, Pak Prabowo sebenarnya ingin menunjukkan bahwa Sandiaga mumpuni tapi Sandiaga selalu menunjukkan kesantunannya dengan tidak berbicara saat belum diberi kesempatan,” jelas Sudirman Said.

Mantan Menteri ESDM itu juga menunjukkan bahwa sikap saling menghormati dan kompak itu menunjukkan jalannya pemerintahan Indonesia di tangan Prabowo-Sandi untuk lima tahun ke depan.

Namun demikian, Sudirman Said menyatakan pihaknya mengambil dua pelajaran penting dari debat perdana Pilpres 2019 pada tanggal 17 Januari 2019 lalu.

“Yang pertama kami bersyukur bisa sampaikan penguasaan materi kepada masyarakat dan kekompakan Prabowo-Sandi,” tutur Sudirman.

Dengan demikian, kekompakan dan saling melengkapi yang ditunjukkan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo dan Sandi membuktikan tidak ada yang otoriter dalam debat perdana lalu. Semoga dengan saling menghormati dan selalu kompak akan menunjukkan jalan pemerintahan Indonesia di tangan Prabowo-Sandi menuju masyarakat aman, adil dan makmur.

via Bantah Rebutan Panggung, BPN: Prabowo-Sandi Tunjukkan Kekompakan Dan Saling Melengkapi

credit by #913

Siapakah Kekuatan Besar Dibalik Tabloid ‘Indonesia Barokah’ Yang Serang Prabowo?

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora menyebut telah menemukan sebanyak 635 eksemplar tabloid ‘Indonesia Barokah’ yang diamankan dari 240 masjid se Kabupaten Blora. Dan sudah ada 12 kecamatan yang terdata temuan tabloid tersebut ditambah 121 eksemplar yang masih tertahan di kantor pos.

Tabloid ‘Indonesia Barokah’, yang isinya menyerang capres Prabowo Subianto, tersebar di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menduga ada kekuatan besar di balik pembuatan dan penyebaran tabloid tersebut.

“Kami menduga ada kekuatan besar di belakang tabloid tersebut sehingga bisa beredar dengan masif sampai ke berbagai daerah,” kata anggota Tim Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman, kepada wartawan, Rabu (23/1/2019).

Blora adalah salah satu wilayah tempat tersebarnya tabloid ini. Setelah melakukan pengecekan, Bawaslu Blora memutuskan tabloid tersebut tetap boleh beredar lantaran isinya tidak mengandung ujaran kebencian dan hoax.

“Kami sedang cari tabloid tersebut, tapi kalau benar isinya black campaign menyudutkan 02 dan Bawaslu Blora perbolehkan, maka kami akan tempuh jalur hukum,” tutur Habiburokhman.

Anggota Tim Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman
Anggota Tim Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman

“Kami tak pernah gentar sedikit pun untuk melawan hoax, fitnah, dan kampanye hitam,” tegas Habiburokhman.

Politikus Gerindra itu meminta semua pihak menggunakan cara-cara terpuji dalam kampanye. Ia pun meyakini metode kampanye hitam sudah tidak mempan di era digital seperti saat ini.

“Kami serukan kepada semua pihak untuk mengedepankan cara-cara elegan dalam berpolitik. Ingat rakyat sudah cerdas, cara-cara yang tidak baik tidak akan efektif,” ujar Habiburokhman.

Sebelumnya, tabloid ‘Indonesia Barokah’ tersebar di beberapa wilayah di Jateng. Penyebaran tabloid tersebut membuat resah lantaran beredar di masjid-masjid. Belakangan, tabloid ‘Indonesia Barokah’ diketahui juga tersebar di wilayah Jawa Barat.

Adapun tabloid tersebut memuat beberapa artikel yang cenderung menyudutkan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Setelah Bawaslu melakukan penyelidikan dan pembahasan internal, tabloid tersebut tetap boleh beredar.

Siapakah Kekuatan Besar Dibalik Tabloid 'Indonesia Barokah' Yang Serang Prabowo?
Siapakah Kekuatan Besar Dibalik Tabloid ‘Indonesia Barokah’ Yang Serang Prabowo?

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Blora, Sugie Rusyono menjelaskan hasil rapat menyimpulkan tabloid ‘Indonesia Barokah’ tidak mengandung unsur ujaran kebencian. Tabloid itu hanya memuat rangkuman informasi dari media mainstream  serta memuat sebuah fakta dan bukan hoax.

“Jadi hasil rapat tadi malam kami fokus pada pembahasan isi konten. Dari 3 unsur yang ada, kita simpulkan tabloid ini tidak mengandung unsur ujaran kebencian. Isi tabloid itu merupakan rangkuman beragam informasi dari media dan itu merupakan fakta,” ujar Sugie.

Namun demikian, masyarakat harus tetap waspada mengenai black campaign terlebih di masa politik saat ini. Dengan kecerdasan yang dimiliki masyarakat saat ini, tentunya black campaign semacam itu tidak akan mudah mempengaruhi publik.

via Siapakah Kekuatan Besar Dibalik Tabloid ‘Indonesia Barokah’ Yang Serang Prabowo?

credit by #913

BPN: Bagi Prabowo-Sandi Debat Kedua Tanpa Kisi-Kisi Merupakan Berkah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap mengubah format debat tahap kedua menjadi lebih menarik. Untuk itu, mekanisme debat capres tahap kedua disiapkan berbeda dengan yang pertama. Kedua kubu tim sukses pun saling menglaim siap dan tidak ada masalah.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said sangat mendukung langkah KPU. Selain tidak memberikan kisi-kisi pertanyaan, format debat juga berbeda dengan memperpanjang waktu durasi debat.

“Saya mendukung dan hormat pada sikap KPU yang terus mendengar masukan dari rakyat sebagai pemegang kedaulatan, Insya Allah dengan ini sejalan dengan niat KPU untuk menjadikan Pemilu 2019 lebih berkualitas dan berintegritas,” ujar Sudirman, Minggu malam, 20 Januari 2019

Sudirman menegaskan, Prabowo sebagai capres penantang siap menghadapi format debat apapun yang diatur KPU. Justru, kata dia, dengan tanpa kisi-kisi maka merupakan berkah.

BPN: Bagi Prabowo-Sandi Debat Kedua Tanpa Kisi-Kisi Merupakan Berkah
BPN: Bagi Prabowo-Sandi Debat Kedua Tanpa Kisi-Kisi Merupakan Berkah

“Ini bagi paslon 02 berdebat tanpa kisi-kisi sebelumnya dan waktu yang ditambah merupakan berkah. Dengan begitu rakyat dapat menerima penjelasan utuh, dan mengetahui kemampuan nyata dari calon pemimpinnya,” tutur Sudirman.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu yakin, Prabowo mampu melalui debat kedua nanti dengan baik. Karena, dalam debat kedua nanti, tema yang akan dibahas sesuai dengan mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut.

“Kami yakin materi yang diperdebatkan merupakan materi yang menjadi pemikiran sehari hari Pak Prabowo,” ucap Sudirman.

Sementara itu, debat kedua dijadwalkan akan digelar di Hotel Sultan Jakarta pada 17 Februari 2019 mendatang akan membahas tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur. Untuk debat kedua ini hanya diikuti dua peserta yakni, calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

via BPN: Bagi Prabowo-Sandi Debat Kedua Tanpa Kisi-Kisi Merupakan Berkah

credit by #913

Agar Lebih Berkualitas, BPN Prabowo-Sandi Siap Debat Kedua Tanpa Kisi-Kisi

Debat perdana Pilpres 2019 telah usai digelar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada debat perdana kemarin telah memberikan kisi-kisi pertanyaan kepada kedua paslon capres dan cawapres. Kini, pasangan capres cawapres akan menghadapi debat kedua pada Pebruari mendatang.

Langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengubah format debat kedua tanpa ada kisi-kisi disambut baik Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Tim Prabowo berharap debat kedua dengan tema energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup akan lebih baik dan berkualitas untuk rakyat.

“Mengenai rencana KPU tidak akan memberikan kisi-kisi kami pun siap mengikutinya. Apalagi demi tujuan agar debat menjadi lebih berkualitas,” ujar Juru Bicara BPN Andre Rosiade saat dikonfirmasi, Minggu (20/1/2019).

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, pasangan Prabowo-Sandiaga juga siap menghadapi debat kedua tanpa kisi-kisi pertanyaan. Andre juga menyebut pihaknya turut mendukung jika KPU melarang kandidat capres-cawapres membawa contekan atau tablet saat debat berlangsung.

“Agar Rakyat mendapatkan jawaban dari kepala kandidat bukan dari teks atau contekan. Sehingga Rakyat benar-benar bisa menilai kualitas masing-masing kandidat,” ungkap Andre.

Agar Lebih Berkualitas, BPN Prabowo-Sandi Siap Debat Kedua Tanpa Kisi-Kisi
Agar Lebih Berkualitas, BPN Prabowo-Sandi Siap Debat Kedua Tanpa Kisi-Kisi

Sebelumnya, Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, seluruh komisioner KPU sudah melakukan rapat pleno untuk mengevaluasi secara menyeluruh jalannya debat pertama. Hasilnya, pihaknya berkomitmen memperbaiki format dan mekanisme debat menjadi lebih baik.

“Debat kedua, format dan mekanisme akan kita rancang sedemikian rupa agar memungkinkan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden menunjukkan performa, kapasitas terkait penyampaian gagasan-gagasan besar yang tercantum dalam visi, misi, program untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan,” ujar Wahyu ditemui di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Minggu (20/1/2019).

Adapun salah satu format yang bakal diubah dalam debat adalah meniadakan kisi-kisi soal dari panelis kepada pasangan calon. Selain itu durasi penyampaian visi misi dan program pasangan calon bakal diperpanjang.

Selanjutnya, format yang bakal diubah yakni teknis panggung. Wahyu mengatakan pihaknya banyak mendapat kritik soal teknis panggung pada debat pertama. Rakyat, katanya, merasa tidak nyaman karena gaduh mengingat debat pertama dihadiri juga oleh pendukung paslon.

Dikatakan Wahyu, pihaknya mempertimbangkan mengurangi jumlah pendukung yang diizinkan masuk ke arena debat, untuk mengantisipasi kegaduhan dan kebisingan. Termasuk juga mengatur tamu undangan supaya lebih tertib dalam menyaksikan debat. Sebab jika masyarakat terganggu dalam menyimak debat, tujuan debat tidak bakal tercapai.

via Agar Lebih Berkualitas, BPN Prabowo-Sandi Siap Debat Kedua Tanpa Kisi-Kisi

credit by #913

Kompak, BPN: Prabowo-Sandi Sudah Cocok Pimpin Indonesia

Dalam menjalankan roda pemerintahan diperlukan kekompakan antara Presiden dan wakil Presiden. Sehingga pemerintahan dapat berjalan baik jika ada chemistry antara keduanya, terlebih dalam memutuskan sebuah kebijakan.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengatakan, Prabowo-Sandi terlihat kompak dalam menyampaikan materi debat dalam debat perdana Capres 2019. Menurutnya, Prabowo-Sandi sudah cocok memimpin Indonesia lima tahun karena kerja sama yang ideal.

“Bagi paslon nomor urut 02 debat capres yang digelar semalam adalah sebuah pertunjukan kekompakan tim. Prabowo dan Sandi telah berbagi materi dengan baik,” ujar Sudirman Said saat menjawab pertanyaan wartawan di Prabowo-Sandi Media Center di Jalan Sriwijaya I nomor 35, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Sudirman juga memuji penampilan Prabowo-Sandi yang mampu berbagi peran jika dibandingkan dengan penampilan lawan debatnya.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said
Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said

“Baik Pak Prabowo maupun Bang Sandi tidak ingin ada tim yang disfungsi. Pak Prabowo memberi peran yang sangat baik kepada Bang Sandi untuk menyampaikan gagasan-gagasannya,” tutur Sudirman.

Mantan Menteri ESDM itu pun memberikan catatan bagi penyelenggara pemilu agar menyediakan waktu debat yang lebih panjang. Hal itu diperlukan supaya paslon dapat menunjukkan spontanitasnya dalam menanggapi pertanyaan.

“Ke depan KPU harus bersikap lebih longgar sehingga perdebatan bisa lebih lepas, lebih orisinil, dan tidak kehilangan nyawanya,” jelas Sudirman.

Sementara itu, Bendahara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maros, Kartomas mengatakan, kader di Maros siap untuk bekerja keras, demi memenangkan Prabowo-Sandiaga.

“Prabowo-Sandiaga pasangan ideal. Keduanya paling cocok memimpin Indonesia. Makanya kami siap bekerja keras memenangkan,” ujar Kartomas.

Prabowo memiliki sikap tegas, sementara Sandiaga Uno mudah beradaptasi dengan karakter pemilih millenial dan idola anak muda.

Dengan demikian, jika Prabowo-Sandiaga terpilih memimpin Indonesia, maka ekonomi kuat, umat sejahtera, NKRI terjaga. Semoga harapan masyarakat Indonesia untuk perubahan Indonesia aman, adil dan makmur dapat segera terwujud.

via Kompak, BPN: Prabowo-Sandi Sudah Cocok Pimpin Indonesia

credit by #913

Prabowo-Sandi Miliki Gagasan Yang Lebih Konkret

Usai sudah debat putaran pertama Pilpres 2019. Debat perdana yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, dan dimulai pukul 20.00 WIB.

Wakil Ketua Badan Pemengangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera memuji penampilan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 pada debat perdana Pilpres 2019. Menurutnya, Prabowo-Sandi unggul 3-0 atas Jokowi-Ma’ruf.

“Alhamdulillah debat pertama sudah kita lewati dan kita sudah cukup puas dengan hasilnya. Penilaian saya Prabowo-Sandi sementara unggul dengan skor 3-0,” ujar Mardani, Kamis (17/1).

Mardani mengangap Prabowo-Sandi mempunyai gagasan yang lebih konkret menyelesaikan isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

“Pak Prabowo dan Bang Sandi menjanjikan akan menjadikan hukum sebagai panglima dan harus berkeadilan sedangkan jawaban pasangan nomor 01 yang menganggap institusi penegak hukum ditempati oleh kader partai politik tidak masalah padahal justru sangat mengkhawatirkan karena bisa terjadi intervensi politik dalam putusan hukum,” jelas Mardani.

Prabowo-Sandi Miliki Gagasan Yang Lebih Konkret
Prabowo-Sandi Miliki Gagasan Yang Lebih Konkret

Lebih lanjut, menurut Mardani, selama 4 tahun lebih kepemimpinan Presiden Jokowi, semangat pemberantasan korupsi belum terlihat jelas terbukti karena masih banyak pejabat pusat dan berbagai kepala daerah yang tertangkap korupsi, dan lebih miris lagi sampai ada yang korupsi dana bencana.

Kemudian, dalam penegakan HAM, menurutnya masih lemah. Kriminaliasasi ulama, persekusi misalnya, kasus Novel Baswedan, TKI di luar yang masih terkena hukuman mati dan sebaginya.

Soal terorisme, menurut Politisi PKS ini petahana juga seharusnya menjelaskan harus ada visi penanganan terorisme di Indonesia terlebih dari sisi preventif dengan meningkatkan ekonomi masyarakat untuk mengkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga tidak ada lagi orang yang melakukan tindakan tindakan terorisme.

Pada akhirnya, Legislator asal Dapil Jakarta Timur ini menilai komitmen Nawacita selama 4 tahun lebih kepemimpinan Jokowi-JK masih banyak PR dan belum ada trobosan di bidang Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

“Menurut saya setelah menonton debat kandidat ini, pasangan nomor urut 01 belum memiliki grand design gambaran 5 tahun ke depannya,” pungkas Mardani.

Namun demikian, dibanding dengan kubu petahana, Prabowo-Sandi memiliki gagasan yang lebih konkret. Gagasan yang dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat aman, adil dan makmur.

via Prabowo-Sandi Miliki Gagasan Yang Lebih Konkret

credit by #913

Politisi Demokrat: Ucapan Prabowo Terkait Biaya LRT Terbukti

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie menuding calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto melakukan kebohongan atau ‘Prabowo Show’. Hal tersebut membuat geram politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Menurut Ferdinand, tidak ada kebohongan dalam pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, seperti ditudingkan Grace. Jika hal ini terus berlanjut, Ferdinand memastikan elektabilitas PSI semakin meredup.

“Kita pastikan dia akan tenggelam dan tak akan masuk parlemen,” katanya saat dihubungi, Minggu (13/01/2019).

Apa yang dilakukan Grace, menurutnya, keluar dari koridor dan fatsun etika berpolitik. Karena, Ketum PSI itu menuding Prabowo melakukan pertunjukan kebohongan. Sementara apa yang disampaikan eks Danjen Kopassus itu didasari atas laporan.

Ferdinand kemudian merinci mengenai temuan selang cuci darah yang digunakan sampai 40 kali. Hal tersebut merupakan fakta yang diterima Prabowo saat berdialog dengan dokter dan menerima keluhan mengenai BPJS.

Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Contoh lain, ujar Ferdinand, yakni mengenai mark up pembangunan Light Rapid Trans atau LRT. Prabowo pernah menyampaikan hal tersebut kepada publik, tetapi mendapat tudingan miring. Pada akhirnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui pembiayaan infrastruktur angkutan umum itu terlampau mahal.

Dikatakan Ferdinand, hal seperti itu sengaja dijadikan komoditas politik PSI. Ia menyebut bahwa partai baru itu berada di urutan terakhir, sehingga perlu upaya ekstra. Termasuk  menciptakan sensasi yang berkelanjutan.

“Kami tahu betul bagaimana Grace harus mati-matian, bahkan menciptakan sensasi supaya partainya di ring pembicaraan,” tuturnya.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu juga tidak kaget dengan polah tingkah Grace dan partainya. Karena di survei internal sendiri, PSI tidak masuk radar pilihan masyarakat.

Sehingga, Ferdindand mengimbau Grace tidak perlu melanjutkan manuvernya. Karena apa yang dilakukan sudah masuk ke ranah kampanye hitam. Mengingat Grace memfitnah Prabowo berbohong dan berbicara tanpa fakta, sementara buktinya belum terbuka.

“Ini yang harus disadari Grace. Bahwa jika suatu saat nanti kita mulai jenuh dengan tingkah lakunya, dia akan kita pidanakan dengan kampanye hitam. Ini sudah masuk kampanye hitam, menuduh itu kampanye hitam,” ungkap Ferdinand.

Sebelumnya, Grace menyebut ada pertunjukan yang dimainkan Prabowo. Hal ini diungkapkan Grace dalam pidato politiknya di Festival 11 Bandung, Jumat (11/01/2019).

 

via Politisi Demokrat: Ucapan Prabowo Terkait Biaya LRT Terbukti

credit by #913

Elektabilitas Prabowo Lebih Unggul Dari Petahana Di Madura

Dalam suatu pemerintahan, sangat penting untuk bisa mensosialisasikan apa yang menjadi program pemerintah setempat. Di bawah pemerintahan Jokowi, DPD PDIP Jatim akan lebih mengintensifkan sosialisasi program pemerintah kepada masyarakat di Pulau Madura.

Menurut rilis Surabaya Survey Center (SSC), elektabilitas capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin masih rendah di Madura. Hal tersebut yang memicu DPD PDIP Jatim untuk lebih mengintensifkan sosialisasi program pemerintah kepada masyarakat di Pulau Madura

Sementara itu, berbeda dengan elektabilitas Prabowo-Sandi. Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan dari salah satu hasil survei internal, SBY menyebut pasangan Prabowo-Sandi unggul telak di Jawa Timur.

“Pak SBY menyatakan, misalnya temuan SBY Jawa Timur itu bisa menang telak, Pak Prabowo dan Bang Sandi,” ujar Dahnil usai pertemuan di rumah SBY, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12).

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak

Selain itu, kata Dahnil, survei internal yang dilakukan Demokrat menunjukkan peningkatan elektabilitas Prabowo-Sandi sekitar 15 persen. Hasil tersebut juga sama seperti hasil survei internal yang dilakukan pihaknya pada bulan ini.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menyebut hasil survei internal pihaknya, elektabilitas Prabowo-Sandi sudah menembus 45 persen. Sementara elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin stagnan.

Seperti apa yang dikatakan Dahnil, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN)Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso juga menyatakan menurut hasil survei internal, elektabilitas pasangan nomor urut 02, tidak beda jauh dengan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Bahkan, selisihnya hanya 6 persen.

Menurut Priyo, seiring berjalannya waktu, elektabilitas Prabowo-Sandi akan semakin membaik. Hal tersebut dikarenakan, saat tahapan debat belum berlangsung saja, elektabilitas Prabowo-Sandi semakin mendekati Jokowi-Ma’ruf.

“Debat kan belum berlangsung. Sementara masih ada lima debat nanti. Kami yakin (acara) itu akan menambah tingkat keterpilihan masyarakat,” tuturnya.

BPN Prabowo juga tidak pernah mempercayai hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga tersebut. Priyo mengatakan, BPN akan terus bekerja keras untuk merebut hati masyarakat dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Kami tidak pernah percaya hasil survei di luar. Yang terpenting kami terus bekerja ke bawah,” kata Sekjen Partai Berkarya.

Elektabilitas memang dapat membawa pengaruh bagi masing-masing paslon. Akan tetapi elektabilitas yang sesungguhnya adalah hasil penilaian jujur dari masyarakat itu sendiri, jadi bukan sekedar survei yang asal-asalan.

 

via Elektabilitas Prabowo Lebih Unggul Dari Petahana Di Madura

credit by #913

Sandiaga: Bersama Prabowo Akan Ciptakan Masyarakat Aman, Adil Dan Makmur

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar acara Pidato Kebangsaan ‘Indonesia Menang’ di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).  Acara tersebut digelar untuk menyampaikan dan menjelaskan mengenai visi-misi dari capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga.

Turut hadir dalam acara itu yakni pimpinan parpol koalisi, PAN, PKS, Demokrat, dan Gerindra, tokoh nasional, hingga dubes negara sahabat juga turut hadir dalam acara tersebut. Tidak ketinggalan juga para relawan, simpatisan dan kader-kader parpol koalisi.

Pada kesempatan itu, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menyampaikan pidato singkat. Sandiaga menjabarkan hasil kampanyenya di 1.000 titik.

“Bagaimana dari hasil kunjungan 1.000 kunjungan masyarakat yang sudah kami lakukan bersama-sama 4 bulan terakhir kami menyampaikan apa yang dikeluhkan oleh masyarakat dan solusinya seperti apa,” kata Sandiaga.

Sandiaga: Bersama Prabowo Akan Ciptakan Masyarakat Aman, Adil Dan Makmur
Sandiaga: Bersama Prabowo Akan Ciptakan Masyarakat Aman, Adil Dan Makmur

Sandiaga juga mengatakan, bersama Prabowo akan menciptakan masyarakat yang aman, adil dan makmur untuk semua.

“Bagaimana kami melihat Indonesia bisa menang, bahwa aman untuk semua, adil untuk semua, dan makmur untuk semua itu bisa kita wujudkan lima tahun ke depan di bawah Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Dengan memupuk semangat menjemput kemenangan, Sandiaga juga mengajak kepada masyarakat untuk memenangkan Prabowo Sandi.

Sandiaga optimis visi misinya dapat tersalurkan ke masyarakat. Pemaparan visi misi itu juga diharapkan dapat membantu rakyat menentukan pilihan pada pemilihan Presiden April mendatang.

Semoga dengan pemaparan visi misi Prabowo-Sandi, masyarakat semakin yakin dengan pilihannya. Yakin dengan semangat menjemput kemenangan untuk masyarakat yang Aman, Adil dan Makmur.

 

via Sandiaga: Bersama Prabowo Akan Ciptakan Masyarakat Aman, Adil Dan Makmur

credit by #913